;

Mengelola Tantangan Perbankan

Mengelola Tantangan Perbankan

Dalam lingkungan ekonomi, sosial dan politik yang dinamis akhir-akhir ini, mengelola bisnis perbankan tentu tidak mudah. Saat ini nasabah mengharapkan hasil lebih baik, cepat dan besar. Nasabah usia muda—sebagian disebut nasabah digital telah tumbuh berkembang dengan teknologi yang makin cepat dan lebih komprehensif dari waktu ke waktu.Banyak bank tahu mereka perlu merespons dengan memodernisasi layanan melalui perangkat teknologi papan atas seiring perubahan perilaku nasabah. Dengan ekspektasi bahwa nasabah akan menentukan masa depan perbankan, bank-bank perlu secara konsisten dan berkesinambungan mengadopsi strategi termutakhir untuk memberikan layanan terbaiknya. 

Setidaknya terdapat delapan kiat yang harus diterapkan oleh pengelola bank untuk dapat merespons tantangan-tantangan yang ada—baik yang teknis maupun nonteknis—sesuai dengan pakem “nasabah adalah raja”. Pertama, memahami ekspektasi, aspirasi dan preferensi nasabah. Kedua, mengoptimalkan pengalaman seluler. Ketiga, memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan lalu lintas komunikasi dengan nasabah, mitra bisnis dan pemangku kepentingan lainnya. Keempat, menjaga keamanan dan otentifikasi. Setiap kali solusi teknologi baru memulai debutnya, seseorang mencoba meretasnya. Kelima, menjaga ritme kompetisi dengan financial technology (fintech). Keenam, melakukan perubahan atau reformasi internal. Ketujuh, mengadopsi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Kedelapan, mematuhi semua peraturan. Delapan langkah di atas pada gilirannya akan mampu menangkal setiap tekanan dan menyerap setiap risiko akibat dari persaingan yang keras. Peningkatan kapabilitas sumber daya manusia harus diimbangi dengan pengembangan kapasitas teknologi digitalisasi menjadi keunggulan daya saing.

Download Aplikasi Labirin :