;

Meragukan Pensiun Dini PLTU Batu Bara

03 Jun 2024 Tempo
Meragukan Pensiun Dini PLTU Batu Bara
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN mengungkapkan percepatan suntik mati pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara berisiko tinggi terhadap keuangan perusahaan. Sebab, proses pensiun dini PLTU batu bara untuk mengganti pembangkit listrik dengan energi terbarukan membutuhkan investasi besar. 

"Kami melihat dari sudut pandang keandalan operasi sistem, skenario empat dan lima (penghapusan batu bara) ternyata tidak feasible,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam rapat bersama Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, Kamis, 30 Mei 2024. 

Berdasarkan skenario empat dan lima, PLTU batu bara akan digantikan oleh pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT). Rencananya pemerintah memasang 61 gigawatt pembangkit listrik tenaga hidro dan panas bumi. Kemudian pembangkit listrik tenaga bayu dan surya 103 gigawatt, serta pembangkit listrik tenaga gas sebesar 15 gigawatt. 

PLN kemudian berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk melaksanakan skenario ketiga, yaitu accelerated renewable energy with coal phase down. Dengan skenario ini, proyeksi tambahan pembangkit EBT mencapai 62 gigawatt atau 75 persen dari kapasitas pembangkit terpasang hingga 2040. Darmawan pun menilai langkah itu dapat tetap menjaga keberlanjutan keuangan perusahaan setrum pelat merah tersebut. (Yetede)
Tags :
#Listrik
Download Aplikasi Labirin :