;

Polemik Distribusi Mempengaruhi Suplai Gula

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 19 May 2020 Tempo, 18 May 2020
Polemik Distribusi Mempengaruhi Suplai Gula

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Suhanto mengakui ada polemik mengenai jumlah gula yang seharusnya didistribusikan ke konsumen, yang tidak sesuai dengan perencanaan, yang menyebabkan seretnya pasokan gula pada Ramadan sehingga harga tak kunjung turun.

Dalam rapat koordinasi untuk mengamankan pasokan pangan selama Ramadan yang digelar beberapa waktu lalu, Suhanto mengatakan Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sudah sepakat bakal menyalurkan 160 ribu ton gula rafinasi, yang merupakan merupakan subtitusi gula pasir.

Namun, Ketua Aprindo Roy Mandey mengatakan jumlah 93 ribu ton tak cukup lantaran pasokan harus dipotong untuk memenuhi kebutuhan rekanan peretail. Walhasil, kata Roy, gula yang bisa disalurkan oleh peretail ke konsumen cuma 30 ribu ton mengakibatkan permintaan yang meningkat sehingga harga gula melesat menjadi Rp 19 ribu per kilogram. 

Untuk meningkatkan pasokan, AGRI didorong untuk memperbanyak kanal penjualan ke dinas pangan pemerintah daerah.

Selain persoalan koordinasi antara AGRI dan Aprindo, lambatnya proses importisasi, seperti yang Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh keluhkan, menjadi pemicu kelangkaan gula di pasar. 

Bulog pun sudah ancar-ancar membuka lelang pengadaan impor raw sugar sejak Desember lalu melalui anak usaha PT Gendhis Multi Manis. Pemerintah juga memutuskan mempercepat eksekusi impor gula kristal mentah sebanyak 495 ton dari India.

Pemilihan rekanan negara impor dari India merupakan bagian dari perjanjian bilateral pertukaran dagang kedua negara, yakni impor gula mentah dan ekspor CPO. 

Belakangan, lantaran mewabahnya virus corona dan penerapan lockdown di India, importasi terhambat hingga April 2020. Pemerintah hanya mendapat pasokan 150 ribu ton. Adapun realisasi impor yang dilakukan Kementerian Perdagangan per 20 April hanya sebesar 283 ribu ton dengan surat persetujuan impor untuk 683 ribu ton. 

Direktur Utama Bulog Budi Waseso memastikan pasokan gula pasir bakal aman pada Juni.

Tags :
#Ekonomi #Bisnis
Download Aplikasi Labirin :