Pemanfaatan Kapal Roro Efektif Tekan Biaya
Porsi biaya logistik Indonesia terhadap PDB menurun, tetapi penyusutannya dinilai tidak secepat negara lain.”Padahal, Indonesia dan Filipina sama-sama negara kepulauan. Dasarnya praktik, bukan teori,” ujar mantan Dirut PT Pelindo II (Persero), RJ Lino dalam seminar bertajuk ”Strategi Pengembangan Transportasi dan Logistik Menjemput Indonesia Emas 2045” di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (29/5). Ia mengatakan, Filipina berhasil menekan biaya logistik terhadap PDB karena pemerintah mengeluarkan dekrit mengenai jalan maritim republik bernama ”Strong Republic Nautical Highway” pada 2003. Negara itu menerapkan sistem roll-on, roll-off (roro) terminal sebagai perluasan jaringan rute yang menghubungkan banyak provinsi dan kota di Filipina.
Pemerintah membagi pelabuhan dalam tiga kategori, yakni besar, sedang, dan kecil, dengan jumlah rute berbeda. Tak hanya sebagai angkutan penumpang, kapal roro juga digunakan mengantar logistik. Menurut Lino, roro ini bentuk investasi yang lebih sederhana dan murah ketimbang kapal kontainer. Ukuran kedalaman untuk sandar lebih dangkal dan durasi transportasi bisa terpangkas sehingga lebih efisien. Indonesia dapat memanfaatkan sungai-sungai untuk mengoptimalkan jalur air. Tantangan lainnya, kapal-kapal perusahaan pelayaran BUMN, yakni PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) serta PT Pelayaran Nasional Indo8nesia (Persero) alias Pelni didominasi kapal tua. Rata-rata usianya 30 tahun.
Wakil Ketua Komisi V DPR Andi Iwan Darmawan mendorong para pengusaha swasta bidang logistik untuk terlibat, bukan hanya lewat laut, melainkan juga memanfaatkan jenis transportasi lain. Guna menekan biaya logistik agar lebih efisien, penggunaan kapal-kapal roro untuk mengangkut truk kargo perlu dipertimbangkan. Kapal roro dapat mengangkut angkutan darat untuk masuk-keluar kapal dengan lebih sederhana, ketimbang kapal kontainer. Lino mengatakan, sistem roro bisa menghemat investasi infrastruktur terminal pelabuhan. Tak hanya itu, roro dapat mengeliminasi penanganan kargo, mengurangi biaya transportasi, serta meningkatkan efisiensi. Sistem logistik Indonesia dinilai makin efisien jika didominasi kapal-kapal roro ketimbang kapal kontainer. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023