Potensi Pengembangan Obat Alam
Keanekaragaman hayati dan kearifan lokal dalam penggunaan tanaman obat yang dimiliki Indonesia merupakan potensi besar bagi pengembangan fitofarmaka. Banyak pihak yang mengembangkan fitofarmaka pada akhirnya akan meningkatkan ketersediaan obat dalam negeri dan membantu mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis. Meski belum optimal, beberapa industri farmasi di dalam negeri sudah mulai melihat potensi besar pengembangan fitofarmaka, salah satunya PT SOHO Global Health. Saat ini, SOHO memang belum memasarkan produk fitofarmaka. Namun, pengembangannya sudah dilakukan.
Vice President of RnD Regulatory and Medical Affairs PT SOHO Global Health Aswin Susilo memandang, potensi pengembangan obat fitofarmaka di Indonesia sangat besar. Namun, industri farmasi belum banyak yang mengembangkan fitofarmaka karena menimbang aspek potensi bisnis. ”Kami melihat masyarakat belum paham apakah harus menggunakan fitofarmaka atau tidak. Jadi, ada aspek edukasi yang masih kosong. Kemudian, pengembangannya sangat mahal dan waktunya relatif lama,” ujarnya, Senin (27/5).
Perlahan, tetapi pasti, SOHO mencoba memulai pengembangan fitofarmaka. Pengembangan ini sudah dilakukan cukup lama, diawali dengan meluncurkan produk kategori jamu. Pengembangan akan dilanjutkan ke tahap berikutnya jika produk jamu tersebut mendapat respons bagus di masyarakat. Aswin mengakui, SOHO sebagai industri tidak langsung mengembangkan produk fitofarmaka karena pertimbangan biaya yang sangat besar. SOHO terlebih dahulu akan melihat respons pasar terhadap produk yang diujicobakan sebelum akhirnya dikembangkan menjadi produk fitofarmaka.
Saat ini, SOHO tengah mengembangkan empat produk fitofarmaka dengan pendekatan kolaborasi antara akademisi, bisnis, pemerintahan, dan komunitas. Produk ini ditargetkan segera diluncurkan ke pasar dalam waktu dekat setelah melalui serangkaian tahapan pengembangan dan uji coba berstandar. ”Tahun ini kami sudah akan mulai jalan uji klinis dan ada salah satu produk yang kategorinya sudah OHT atau obat herbal terstandar. Kebetulan produk itu juga masuk di dalam guideline pengobatan dari Persatuan Gastroenterologi Indonesia,” tuturnya. Selain SOHO, terdapat pula industri farmasi yang sudah mengembangkan fitofarmaka, yakni Dexa Grup. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023