Bidik Proyek Smelter Agar Kredit Bank Kian Moncer
Sejumlah perbankan optimis penyaluran kredit ke sektor smelter bakal semakin gemuk di tahun 2024 ini. Hal ini seiring upaya Bank Indonesia (BI) memperluas kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) untuk meningkatkan penyaluran kredit perbankan. Penguatan KLM dilakukan bank sentral dengan memperluas sektor prioritas yang dapat menerima insentif tersebut. Salah satu sektor hilirisasi yang digenjot penyaluran kreditnya oleh pemerintah adalah industri smelter. Berdasarkan data BI, penyaluran kredit ke industri pengolahan termasuk hilirisasi hingga smelter terus meningkat. Per Maret 2024, penyaluran kredit ke sektor hilirasi mencapai Rp 322,7 triliun, naik 15,4% secara tahunan dari Rp 279,7 triliun.
Salah satu bank yang mengucurkan kreditnya ke sektor hilirisasi Bank Mandiri Tbk. Per Maret 2024, Bank Mandiri menyalurkan kredit ke industri smelter logam Rp 26,17 triliun. Teuku Ali Usman, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, bilang, bank ini akan terus mendukung program pemerintah, termasuk menyalurkan kredit ke sektor hilirisasi logam. "Kami melihat penyaluran kredit ke sektor tersebut bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan lepas dari middle income trap, sehingga Indonesia bisa menjadi negara maju," katanya, Jumat (17/5). Alus mengatakan, tahun 2024, panduan pertumbuhan kredit Bank Mandiri secara konsolidasi berada di kisaran 13%-15% secara tahunan.
Pada 2024, pertumbuhan kredit bank dengan logo pita emas ini akan difokuskan ke sektor-sektor prospektif. Hal ini dilakukan dengan tetap menjaga diversifikasi portofolio sesuai dengan profil risikonya. Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Bob Tyasika Ananta menyatakan, sejalan dengan sang induk, anak usaha Bank Mandiri ini akan tetap memperhatikan sektor bisnis yang memberikan profit optimal dan risiko terjaga. Saat ini BSI memiliki nasabah pembiayaan smelter dengan outstanding sekitar Rp 300 Miliar. Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin menilai, prospek penyaluran kredit pada sektor smelter cukup bagus.
Meskipun, kata Amin, dalam menyalurkan kreditnya ke sektor hilirisasi, bank masih pakai model sindikasi. Alasannya, sektor kredit tersebut masih terlalu berisiko bagi bank. Meski begitu, insentif KLM bisa mendorong pertumbuhan kredit perbankan. Peneliti Ekonomi dari Center of Economic and Law Studies (Celios) Lay Monica berpendapat, insentif KLM belum tentu mendorong penyaluran kredit ke sektor hilirisasi.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023