;

Induk Farmasi Produksi Massal Alat Kesehatan

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 17 May 2020 Tempo, 13 May 2020
Induk Farmasi Produksi Massal Alat Kesehatan

Holding badan usaha milik negara (BUMN) farmasi, PT. Bio Farma (Persero), mulai memproduksi alat tes Covid-19 berbasis polymerase chain reaction (PCR) atau BioCov-19. Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, mengatakan Bio Farma bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman untuk produksi alat tersebut.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Hammam Riza mengatakan produksi alat tes PCR ini sudah melalui uji validasi oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan dan sejumlah rumah sakit. Harapannya, alat tes bisa diproduksi dengan total 100 ribu test kit.

Hammam menuturkan BioCov-19 merupakan hasil pengembangan Task Force Riset Inovasi Covid-19 (TFRIC-19) yang dilakukan oleh Pusat Teknologi Farmasi dan Medika BPPT bekerja sama dengan Nusantics Genetics, Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L), dan Bio Farma.

Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto mengatakan produksi ventilator sudah memasuki tahap uji klinis terhadap manusia sejak pekan lalu. Tahap ini dilakukan setelah ventilator tersebut telah lolos uji teknis di Lembaga Pengamanan Fasilitas Kesehatan (LPFK). 

Pengembangan ventilator ini merupakan hasil kerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) dan dibantu PT Pindad. Saat ini uji klinis dilakukan di Rumah Sakit Universitas Indonesia.

Direktur Produksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Muhammad?Ridlo Akbar mengatakan pihaknya sudah menyiapkan lini produksi ventilator. Namun, kata Ridlo, saat ini prosesnya masih harus melalui perizinan produksi ke Kementerian Kesehatan. Perusahaan tengah mencari sumber pemasok bahan baku.

Tags :
#Ekonomi #Bisnis
Download Aplikasi Labirin :