;

Kucuran Kredit Konsumsi Tumbuh Kurang Maksi

Ekonomi Hairul Rizal 17 May 2024 Kontan
Kucuran Kredit Konsumsi Tumbuh Kurang Maksi

Pelemahan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah masih menjadi tantangan perbankan di Tanah Air dalam mendorong pertumbuhan kredit konsumsi. Gejala itu sudah terlihat. Ini tercermin dari data Mandiri Spending Index per Mei 2024. Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mencatat, indeks belanja kelas menengah turun ke level 122, dengan indeks tabungan merosot ke level 94,2 dibandingkan Mei 2023 di kisaran 100. Penurunan ini dipicu lesunya daya beli kelas menengah akibat melonjaknya inflasi bahan pangan sebesar 9,63% secara tahunan per April 2024. Catatan Mandiri Spending Index selaras dengan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di kuartal pertama tahun ini, OJK mencatat, kredit konsumsi tumbuh paling lambat di antara segmen lainnya, yaitu hanya 10,22% secara tahunan. Direktur Konsumer CIMB Niaga Noviady Wahyudi mengakui, kucuran kredit konsumer di awal tahun ini sedikit melambat.

Di tiga bulan pertama tahun ini, kredit konsumsi CIMB Niaga hanya tumbuh 6,9% secara tahunan menjadi Rp 72,87 triliun. Kredit konsumsi itu melambat dibanding kuartal I-2023 yang tumbuh 9,4% secara tahunan. Tak hanya CIMB Niaga, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) juga mengalami perlambatan pertumbuhan kredit konsumsi. Per kuartal I-2024, pembiayaan konsumsi BSI tumbuh 14,89% secara tahunan menjadi Rp 135 triliun. Pertumbuhan pembiayaan konsumsi BSI tersebut juga lebih rendah dibandingkan kuartal I-2023 yang masih tumbuh 24% secara tahunan. Direktur Penjualan dan Distribusi BSI Anton Sukarna melihat, melambatnya pertumbuhan pembiayaan konsumsi seiring banyaknya hari libur di sepanjang tahun berjalan ini. Penyaluran kredit konsumsi PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga tumbuh. Per Maret 2024, kredit konsumsi BCA tumbuh 14,9% secara tahunan jadi Rp 201,6 triliun.

Tags :
#Kredit
Download Aplikasi Labirin :