;

Waspadai Lanjutan Perlambatan Ekonomi

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 10 May 2020 Kompas, 6 Mei 2020
Waspadai Lanjutan Perlambatan Ekonomi

Perekonomian Indonesia tumbuh 2,97 persen pada triwulan I-2020. Konsumsi rumah tangga dijaga agar perlambatan tak berlanjut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, angka pertumbuhan ini merupakan yang terendah dalam dua dasawarsa terakhir atau sejak triwulan I-2001. Sebagaimana disampaikan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), awal April, pertumbuhan ekonomi RI pada 2020 dalam skenario berat sebesar 2,3 persen. Adapun berdasarkan skenario sangat berat bisa minus 0,4 persen. Sedangkan Dana Moneter Internasional memproyeksikan perekonomian tumbuh 0,5 persen

Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, berpendapat, realisasi pertumbuhan ekonomi triwulan I-2020 mengindikasikan perlambatan lanjutan. Perekonomian triwulan II-2020 berpotensi tumbuh minus karena aktivitas ekonomi menurun lebih signifikan sejak awal April ketika kebijakan pembatasan sosial berskala besar diberlakukan berbagai daerah

Dalam keterangan pers seusai Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, 14 April 2020, disebutkan, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat pada triwulan II dan III tahun ini, akibat pandemi Covid-19. Pertumbuhan akan mulai pulih pada triwulan IV-2020.

Josua menambahkan, ekspektasi pertumbuhan ekonomi memiliki deviasi yang cukup lebar, dengan mempertimbangkan ketidakpastian akibat Covid-19. Berkaca pada data pertumbuhan ekonomi triwulan I-2020, respons kebijakan pemerintah perlu diarahkan pada percepatan realisasi anggaran belanja jaring pengaman sosial. Realokasi anggaran juga dititikberatkan pada penanganan Covid-19. Josua menambahkan, daya beli masyarakat mesti dijaga, sehingga konsumsi rumahtangga perlu disokong. Dengan cara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini bisa diupayakan tetap positif.

Sebagaimana disampaikan Kepala BPS Suhariyanto, Selasa, perlambatan pertumbuhan ekonomi dipengaruhi dampak awal penyebaran Covid-19 dan respons kebijakan pembatasan sosial di sejumlah negara. Namun, struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia tak berubah, yang didominasi konsumsi rumah tangga.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan, konsumsi rumah tangga yang turun tajam memperkuat urgensi percepatan bantuan sosial pada triwulan II-2020. Di sisi produksi, program pemulihan ekonomi nasional untuk UMKM perlu dilaksanakan secepatnya agar dapat membantu meringankan tekanan terhadap rumah tangga dan pelaku usaha kecil.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, pemerintah menyiapkan solusi—yang mengacu pada kondisi normal baru—agar dampak pandemi Covid-19 tidak merambat ke berbagai sektor

Download Aplikasi Labirin :