Indonesia Didorong Masifkan Layanan 5G
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan operator telekomunikasi kembali didorong untuk memasifkan layanan seluler generasi kelima (5G) di Tanah Air. Hal ini perlu dilakukan agar Indonesia tidak tertinggal, dapat mencapai potensi penuh 5G, dan menjawab berbagai kasus penggunaan (use case) dengan baik. Belum lagi, kemampuan monetisasi layanan 5G juga baru akan bisa dilakukan seiring dengan perkembangan jaringan dan implementasi. Hingga saat ini, implementasi 5G di Indonesia masih menemui sejumlah tantangan yang cukup kompleks. Selain karena keterbatasan frekuensi khusus untuk layanan 5G, belum adanya penggerak utama (trigger) dan aplikasi yang dapat memberikan keuntungan yang kompetitif sebagai pendorong pemintaan pasar (killer app) juga menjadi tantangan tersendiri. Indonesia sebenarnya sudah mulai mengimplementasikan layanan 5G sejak tahun 2021 hingga 2022. Namun, memasuki tahun 2023 hingga Mei 2024 ini, implementasinya mandeg. Saat ini, implementasinya baru dilakukan di sekitar 45 kota di Tanah Air dan lima tujuan wisata prioritas dengan jangkauan sangat terbatas oleh Telkomsel. (Yetede)
Tags :
#TelekomunikasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023