;

Antisipasi Lonjakan Penganggur

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 10 May 2020 Kompas, 6 Mei 2020
Antisipasi Lonjakan Penganggur

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan ada tambahan 60.000 penganggur per Februari 2020. Jumlah penganggur itu diperkirakan akan terus melonjak pada triwulan II-2020, seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang anjlok pada tiga bulan pertama tahun ini. Kondisi ini harus diantisipasi pemerintah melalui kebijakan penanggulangan Covid-19 yang lebih terintegrasi antara aspek kesehatan, dunia usaha, dan ketenagakerjaan,

BPS merilis, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2020 sebesar 2,97 persen. Sedangkan pemerintah dan Bank Indonesia kini memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 2,3 persen dan dalam skenario sangat berat minus 0,4 persen. BPS juga merilis, per Februari 2020, tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun tipis menjadi 4,99 persen dibandingkan 5,01 persen pada Februari 2019 namun menurut Kepala BPS Suhariyanto, kondisi itu sebelum ditemukan kasus Covid-19 di Indonesia. Memasuki triwulan II-2020, angka pengangguran diperkirakan akan bertambah karena mulai terjadi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Suhariyanto menambahkan, berdasarkan analisis mahadata ketenagakerjaan, terjadi penurunan jumlah iklan lowongan kerja yang mulai melambat pada Maret 2020 dan menurun drastis pada April 2020 sementara Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, hingga 4 Mei 2020, jumlah pekerja yang di-PHK dan dirumahkan mencapai 2,92 juta orang.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, kondisi pertumbuhan ekonomi saat ini mengarah pada skenario berat. Dengan pertumbuhan ekonomi 2,97 persen di triwulan I, jumlah penganggur pada April-Juni bisa bertambah 6 juta orang-9 juta orang dan berharap pemerintah segera mengantisipasi potensi lonjakan penganggur itu dikarenakan berbagai kebijakan yang sudah dikeluarkan belum berdampak signifikan. Hal senada dikatakan Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia Timboel Siregar. Ia menambahkan pemerintah harus lebih fokus pada program padat karya tunai di daerah untuk merekrut para pekerja yang terdampak Covid-19.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengemukakan Kementerian terus mempercepat program Padat Karya Tunai (PKT) yang dinilai dapat berdampak ganda pada ekonomi desa, mulai dari mengurangi penganggur, menyokong daya beli masyarakat, hingga meningkatkan infrastruktur pertanian dengan anggaran sebesar Rp 11,2 triliun


Download Aplikasi Labirin :