Cari Kerja Pengganti Dinilai Tak Mudah
Sejumlah juru parkir liar menyambut baik wacana Pemprov DKI Jakarta mencarikan pekerjaan pengganti. Namun, upaya itu dinilai tidak mudah. Selain itu, sejauh ini belum ada usulan atau pembahasan anggaran terkait rencana ini dalam rapat antara eksekutif dan legislatif DKI Jakarta. Sebelumnya, selain meminta jajarannya menindak tegas para juru parkir liar, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mencoba mencari solusi lain. Heru berencana memberikan pekerjaan lain kepada para juru parkir liar tersebut. Namun, ia belum merinci soal pekerjaan apa yang akan ditawarkan. Hal ini dinilai perlu diambil mengingat pekerjaan juru parkir liar merupakan satu-satunya mata pencarian mereka.
”Pelan-pelan kami lihat. Kalau bisa, kami juga akan berikan pekerjaan kepada mereka (juru parkir liar),” ujar Heru (Kompas.id, 9/5/2024). Agus (49), juru parkir liar, warga Tanah Abang, Jakpus, Jumat pekan lalu, langsung setuju ketika ditanya tentang rencana juru parkir liar diberdayakan Pemprov DKI Jakarta. Apalagi, usahanya dagangnya gulung tikar karena pandemi Covid-19. Selain itu, di usianya saat ini juga tak mudah melamar pekerjaan. Agus menjadi juru parkir liar di minimarket dengan catatan menyetor ke ormas setempat setiap bulan. Ia bisa mengantongi Rp 80.000 di luar setoran serta makan dan minum setiap hari menjaga parkir dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00 WIB. Agus tidak mematok tarif tertentu ke warga. Biasanya warga membayar Rp 2.000, baik sepeda motor maupun mobil. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023