Korporasi Dibayangi Potensi Lonjakan Kerugian Kurs
Pandemi Covid-19 menimbulkan ketidak pastian di pasar keuangan global. Akibatnya, nilai tukar mata uang negara emerging market, termasuk rupiah, melemah terhadap dollar AS sehingga berpotensi mempengaruhi kinerja keuangan emiten saham maupun korporasi di Tanah Air pada umumnya. Hal ini seperti dikatakan Wisnu Prambudi Wibowo, Head of Research Analyst FAC Sekuritas dimana emiten yang memiliki beban utang dalam dollar AS. dan menggantungkan bahan baku impor seperti sektor farmasi
Salah satu emiten yang terdampak dapat terlihat dari kinerja keuangan PT Suparma Tbk (SPMA) yang menanggung rugi periode berjalan sebesar Rp 24,55 miliar pada kuartal pertama 2020. Di periode yang sama tahun lalu, emiten ini masih mencatat laba periode berjalan Rp 39,86 miliar.
Sebagaimana di konfirmasi Sara K Loebis Sekretaris, Perusahaan PT United Tractors Tbk (UNTR) juga mengalami kondisi serupa dengan mencatatkan rugi neto nilai tukar dalam mata uang asing sebesar Rp 557,75 miliar, meningkat lebih dari empat kali lipat dari rugi nilai tukar di periode sama tahun lalu, sebesar Rp 107,77 miliar. Hal dini karenakan utang dalam mata uang asing yang cukup banyak.
Disisi lain, menurut Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony kinerja sejumlah emiten bisa kembali pulih di jangka panjang karena biasanya emiten sudah melakukan hedging guna menjaga keuntungan dari rugi kurs dan berpotensi membaik bila kurs rupiah kembali stabil. Hal ini juga menyebabkan harga sejumlah saham, seperti PGAS dan UNTR akan mengalami koreksi dalam, untuk investor ini menjadi peluang untuk masuk.Tags :
#KorporasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023