;

JARINGAN NIRKABEL : EXCL DAN ISAT RAJIN PERLUAS 4G

Teknologi Hairul Rizal 30 Apr 2024 Bisnis Indonesia
JARINGAN NIRKABEL : EXCL DAN ISAT RAJIN PERLUAS 4G

Sejumlah operator seluler terus memperluas layanan telekomunikasi nirkabel generasi keempat atau 4G dengan menambah jumlah base transceiver station di Tanah Air. Dua operator yang giat menambah alat penerima dan pemancar sinyal atau base transceiver station (BTS) 4G adalah PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Indosat Tbk. (ISAT). Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan XL mengoperasikan 163.106 BTS pada kuartal I/2024 dengan 66,6% merupakan BTS berteknologi 4G. Menurutnya, porsi BTS 4G yang dioperasikan XL Axiata meningkat 220 basis poin (bps) dari sebelumnya 63,4% pada kuartal I/2023. Dia menegaskan pertumbuhan masif BTS 4G XL Axiata sejalan dengan laju lalu lintas data yang meningkat hingga 18,4% secara tahunan (year-on- year /YoY) pada kuartal I/2024 menjadi 2.609 Petabyte (PB). Dari sisi infrastruktur, kata Dian, BTS perusahaan memiliki tingkat keterhubungan dengan jaringan fiber optik (fi berized) mencapai 62%. 

Secara teknis, fiberisasi merupakan upaya modernisasi jaringan dengan cara menghubungkan BTS melalui jalur fi ber, termasuk melakukan regenerasi perangkat BTS. Merujuk pada laporan presentasi korporasi, XL Axiata juga menambah 2G dari 53.136 BTS pada kuartal I/2023 bertambah 1.687 unit menjadi 54.823 unit pada kuartal I/2024. Untuk BTS 3G, imbuhnya, XL Axiata menyisakan 377 unit pada kuartal I/2024 dari sebelumnya 1.252 BTS pada kuartal I/2023. Untuk kinerja keuangan, XL berhasil meraih total pendapatan sebesar Rp8,4 triliun, meningkat 12% dibandingkan dengan periode yang sama setahun sebelumnya. Sementara itu, PT Indosat Tbk. (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison mengungkapkan tetap mengelar ekspansi jaringan 4G, di tengah upaya memperluas wilayah jaringan 5G di Indonesia. 

SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison Steve Saerang mengatakan bahwa jaringan 5G Indosat kini telah menjangkau wilayah Solo, Karawang, Bandar Lampung, Surabaya, Balikpapan, Makassar, dan Bali. Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menyebut lelang spektrum 700 MHz yang akan digelar paling lambat Juni 2024 akan mengubah peta persaingan 5G di Indonesia. Saat ini, cakupan jaringan 5G belum berjalan optimal meski Indonesia telah mengadopsi jaringan ini, sebab kebutuhan spektrum yang belum terpenuhi. Sebab, 5G membutuhkan setidaknya minimal 100 MHz agar berjalan optimal. Di samping itu, menurut Heru, pemanfaatan jaringan 5G perlu didorong untuk berkembang. Begitu pun dengan harga smartphone (ponsel pintar) yang mendukung jaringan 5G bisa lebih terjangkau.

Download Aplikasi Labirin :