Menyapu Cuan Bisnis Kebersihan
Kebutuhan terhadap jasa dan produk kebersihan untuk ruang publik, seperti mal ataupun perkantoran masih tinggi dan terus berkembang. Kebutuhan ini sejalan dengan pertumbuhan ruang perkantoran dan ruang ritel mal yang meningkat. Peluang inilah yang akhirnya dimanfaatkan oleh PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN). Data dari konsultan properti global Colliers menunjukkan, ruang kantor di Jakarta bisa tumbuh sekitar 260.000 meter persegi (m²) setiap tahun. Sementara itu, total ruang retail mall secara kumulatif mencapai sekitar 8 juta meter persegi pada 2023 dan berpotensi tumbuh sekitar 170.000 m² setiap tahun. Direktur Utama Ecocare Indo Pasifik, Wincent Yunanda mengatakan, perusahaan mempunyai tiga sektor usaha utama, di antaranya, layanan higienitas dan sanitasi melalui jenama EcoCare, layanan pengendalian hama melalui merek PestCare dan layanan kebersihan melalui merek TukangBersih. Ecocare Indo Pasifik sendiri telah menguasai sekitar 30% pangsa pasar di industri solusi higienitas. Sejalan dengan itu, perusahaan ini telah memiliki 10.000 pelanggan yang tersebar di lebih dari 20 kota.
Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia juga memproyeksikan, pangsa pasar industri pengendalian hama atau
pest control
dapat berkembang mencapai Rp 3,5 triliun pada 2025 dan akan terus bertumbuh. Dengan potensi pasar yang masih besar, HYGN akhirnya memutuskan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham atau
initial public offering
(IPO). Dari aksi pencatatan saham perdana di bursa, HYGN mengantongi dana segar sebesar Rp 76,12 miliar. Rencananya, HYGN bakal menambah tiga cabang baru dalam waktu dekat di kota lapis dua dan tiga. Beberapa kota yang dibidik adalah Pekanbaru, Lampung dan Banjarmasin.
Perusahaan ini juga berencan menggarap pasar di Ibu Kota Nusantara (IKN). HYGN telah memiliki kantor cabang di Samarinda dan Balikpapan yang akan membuat perusahaan masuk ke IKN. Kendati begitu, pihaknya masih menunggu kejelasan dan pembangunan IKN. Segmen layanan higienitas menyumbang pendapatan terbesar. Nilainya mencapai Rp 38,91 miliar, atau meningkat 9,1% secara tahunan. Sedangkan bisnis jasa kebersihan dan sanitasi dari jenama Tukang Bersih Indonesia mencatat pendapatan sebesar Rp 23,69 miliar, tumbuh hingga 64,5% yoy.
Tags :
#BisnisPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023