Selain Harga Sawit, Depresiasi Rupiah Bikin Kinerja ANJT Loyo
Emiten sawit tak cuma diganjal penurunan harga komoditas sawit. Fluktuasi rupiah juga bisa menjadi salah satu faktor yang menggerus kinerja emiten sawit seperti PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT). Melansir keterbukaan informasi Kamis (2/5), ANJT mencatatkan pendapatan US$ 48,91 juta atau setara Rp 765,79 miliar di kuartal I 2024. Realisasi ini turun 4,3% secara tahunan alias year on year (yoy) dari US$ 51,12 juta di kuartal I 2023. Selain itu, beban pokok pendapatan emiten ini naik 8,4% secara tahunan menjadi US$ 44,75 juta di periode tersebut. Tak hanya itu, ANJT juga mencatatkan rugi kurs mata uang asing sebesar US$ 792.250. Padahal di periode serupa tahun lalu, ANJT justru bisa meraup laba kurs US$ 778.990.
Alhasil, ANJT mencatatkan rugi periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 3,62 juta per akhir Maret 2024. Kerugian ini turun tipis 3,72% dari rugi di periode sama tahun lalu US$ 3,76 juta.
Segmen kelapa sawit memberikan kontribusi pendapatan sebesar 98,4% terhadap total pendapatan, atau sebesar US$ 47,7 juta. Realisasinya turun 5,2% dibandingkan capaian kuartal I 2023 yang sebesar US$ 50,3 juta. Sisanya dari edamame, sagu dan energi hijau.
Kiswoyo Adi Joe,
Head of Investment
Nawasena Abhipraya Investama menilai penurunan kinerja ANJT juga terpengaruh fluktuasi kurs rupiah. Alhasil, ia memasang target harga ANJT di Rp 800 - Rp 900 per saham. Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada pun merekomendasikan beli saham ANJT di harga Rp 720.
Tags :
#SawitPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023