Bunga Tinggi dan Rupiah Hantui Pasar
Sebagian besar emiten penghuni Indeks LQ45 telah merilis kinerja kuartal I-2024. Catatan KONTAN, hanya ada tujuh emiten yang belum merilis laporan kinerja karena masih dalam proses audit. Artinya, sudah ada 38 emiten konstituen LQ45 yang sudah menyampaikan kinerja keuangannya. Hasilnya, ada 22 emiten yang mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi emiten dengan pertumbuhan pendapatan paling tinggi. Pendapatan GOTO melonjak 22,4% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 2,07 triliun.
Menyusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dam PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) yang pendapatannya masing-masing tumbuh sebesar 17,85%, 17,77% dan 17,05%. Emiten yang terafiliasi dengan Garibaldi "Boy" Thohir ini mengantongi pendapatan US$ 10,21 juta di kuartal I-2024. Dibandingkan periode sebelumnya di 2023, laba bersih ESSA hanya mencapai US$ 3,11 juta. Investment Consultant Reliance Sekuritas, Reza Priyambada menjelaskan, sekilas kinerja para emiten di kuartal I-2024 masih cukup baik. Ini seharusnya bisa berimbas positif ke kinerja saham mereka.
Seperti diketahui, tekanan pada nilai tukar rupiah menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar emiten. Nilai tukar rupiah belum kunjung turun dari level Rp 16.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Inilah yang membuat Bank Indonesia mengerek suku bunga acuan 25 basis poin. Ike Widiawati, Deputy Head of Research Sinarmas Sekuritas menilai, kenaikan suku bunga akan membuat likuiditas dalam negeri semakin ketat. Jika asumsinya, nilai tukar rupiah akan kembali menguat, emiten di farmasi dan kesehatan akan mendapatkan keuntungan.
Mengingat mayoritas bahan baku emiten farmasi merupakan impor. Sektor lainnya adalah ritel dan barang konsumsi, yakni seperti ACES dan ICBP.
Associate Director of Research and Investment
Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus sependapat. Meski begitu, investor masih bisa mencermati saham
big banks
seperti BBCA, BBRI, BBNI dan BMRI. Untuk sektor telko, investor juga dapat melirik TLKM serta EXCL.
Postingan Terkait
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Transformasi Digital Dorong Perluasan Retail
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023