;

Biaya Dana Perbankan Bakal Semakin Mahal

Ekonomi Hairul Rizal 30 Apr 2024 Kontan
Biaya Dana Perbankan Bakal Semakin Mahal

Biaya dana perbankan pada kuartal pertama 2024 meningkat. Kenaikan suku bunga acuan bakal membuat kenaikan biaya dana akan terus berlanjut. Apalagi kondisi likuditas juga semakin ketat di tengah selisih pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dan pertumbuhan laju kredit yang semakin lebar. Guna menekan kenaikan biaya dana, bank-bank harus bisa mengoptimalkan penghimpunan dana murah alias current account saving account (CASA), dari giro dan deposito. Namun, mendorong kenaikan rasio CASA tidak mudah. Pasalnya, semua bank berlomba-lomba menawarkan bunga tinggi dan menarik untuk menjaring DPK, di saat likuiditas mengetat. Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat penurunan rasio dana murah 287 basis poin (bps) secara tahunan menjadi 61,66%. 

Ini terjadi karena pertumbuhan deposito bank ini meningkat hingga 21,95%, sementara CASA hanya naik 7,8%. Namun, Direktur Utama BRI Sunarso rupanya tak begitu khawatir melihat kondisi ini. Alasannya, CASA masih mendominasi DPK. "CASA BRI tetap tumbuh sejalan dengan transformasi liabilitas," kata dia, baru-baru ini. Bank Central Asia (BCA), sebagai bank dengan CASA terbesar di Tanah Air, mengalami hal serupa. Rasio CASA BCA turun 4 bps dari Maret 2023 jadi 81,5%. Tapi, EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn menyebut, bila dibanding kuartal sebelumnya, CASA masih stabil. 

Sementara itu, Bank Tabungan Negara (BTN) mencatat rasio CASA turun 227 bps jadi 49,9%. Direktur Distribution & Institutional Funding BTN Jasmin menyebut, penurunan ini disebabkan kebijakan BTN yang mulai melepas simpanan giro dengan special rate untuk mendorong CASA. “Sekarang giro-giro tersebut bukan special rate lagi, nantinya menjadi CASA yang berbasis transaksi,” ujarnya. Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman bilang, kenaikan ini didorong penetrasi layanan digital. Dalam waktu dekat, Bank Jatim akan terus melakukan inovasi layanan digital, salah satunya dengan merilis JConnect New Generation. Direktur Utama Allo Bank Indra Utoyo menyebut, dana murah Allo Bank stabil, tetapi deposito tercatat turun. "Untuk mendorong CASA, kami berkolaborasi dengan ekosistem CT Corpora," ujar dia.  

Download Aplikasi Labirin :