;

Kenaikan Bunga Acuan Belum Mampu Menopang Rupiah

Ekonomi Hairul Rizal 29 Apr 2024 Kontan
Kenaikan Bunga Acuan Belum Mampu Menopang Rupiah

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) diproyeksi belum akan berdampak signifikan bagi apresiasi rupiah. Tekanan dari eksternal utamanya mengenai arah suku bunga Amerika Serikat (AS) masih menjadi ancaman besar bagi pasar nilai tukar. Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin menjadi 6,25% dalam rapat dewan gubernur (RDG) BI pada Rabu (24/4). Ini merupakan kenaikan bunga acuan perdana, setelah terakhir kali BI menaikkan suku bunga pada Oktober 2023. 

Menurut Pengamat Mata Uang dan Komoditas Lukman Leong, efek kenaikan bunga acuan tidak akan bisa serta merta menguatkan rupiah. Tetapi, langkah tersebut paling tidak bisa menghindari rupiah dari kejatuhan yang lebih dalam. Di sisi lain, fundamental dari angka pertumbuhan ekonomi dan inflasi AS masih cukup bagus, meski data perdagangan dan penjualan ritel masih lemah. Akibatnya, prospek pemangkasan suku bunga the Fed telah mundur hingga September dari sebelumnya Juni 2024. Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, mencermati, perkiraan suku bunga The Fed yang tinggi dan ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah masih akan mendorong kenaikan signifikan pada dolar AS. Pengamat Mata Uang Ariston Tjendra mengatakan jika kekhawatiran pasar terhadap eksternal mereda dan dari internal berhasil memperbaiki defisit current account menjadi surplus, maka rupiah bisa menguat lagi ke bawah Rp 16.000 per dolar AS.

Download Aplikasi Labirin :