Pariwisata, ”Minyak” Baru Arab Saudi
Arab Saudi menjadi tujuan umat Islam dari seluruh penjuru dunia untuk beribadah haji dan umrah di Mekkah dan Madinah. Selain dikenal sebagai negara yang bergantung pada minyak sebagai sumber pendapatan, wisata religi juga melekat pada negara itu. Namun, paradigm itu perlahan bergeser kala Pemerintah Arab Saudi menyadari potensi negaranya bahwa pariwisata menjadi ”minyak” baru bagi pundi-pundi kekayaannya. Target-target ambisius pun ditetapkan, beriringan dengan megaproyek yang mulai dibangun Pemerintah Arab Saudi. Dalam wawancara Kompas dengan Otoritas Wisata Arab Saudi, Presiden Pasar Asia Pasifik untuk Arab Saudi Alhasan Aldabbagh, mengatakan visi 2030 mengacu pada pariwisata. Kami memiliki tujuan-tujuan besar untuk menjadikan wilayah Saudi sebagai destinasi papan atas global.
Selama ini, orang-orang datang ke Saudi untuk menjalankan ibadah haji dan umrah. Sekarang, kami telah membuka Saudi pada dunia untuk datang dan mengeksplorasi lebih jauh sembari berlibur dan menjalankan aktivitas-aktivitas utama lainnya. Dalam hal ini, Indonesia merupakan pasar penting untuk Saudi. Kami mencatat 100.000 pelaku perjalanan haji tiap tahun. Tahun lalu, pada 2023, kami mencatat 1,5 juta orang Indonesia melakukan perjalanan ke Saudi. Tahun ini, kami menargetkan 2,2 juta pelaku perjalanan Indonesia. Namun, perbedaannya, kami ingin masyarakat Indonesia, terutama dari kelas ekonomi A dan B, menghabiskan waktu berliburnya di Arab Saudi.
Pariwisata merupakan masa depan. Kami memiliki visi untuk mendiversifikasi ekonomi bukan hanya dari minyak. Pariwisata benar-benar merupakan ”minyak” baru bagi kami. Kami menyadari bahwa Saudi memiliki sudut-sudut menarik yang belum diketahui dunia. Kami ingin menonjolkan hal tersebut. Selain itu, masyarakat Saudi juga sangat menyambut para pelaku perjalanan. Hal ini amat penting jika kami ingin menjadi tuan rumah bagi banyak orang. Ketika kami memiliki pergerakan wisatawan inbound yang sehat, fenomena itu menciptakan keberagaman yang mampu membuka peluang bisnis dalam kolaborasi sains, pendidikan, seni, dan budaya. Ada ”umrah plus”, menjalankan umrah sekaligus melakukan beragam aktivitas lain. Anda bisa memilih beraktivitas di sekitar Mekkah dan Madinah.
Aktivitas spiritual yang dilakukan, seperti, menggali sejarah Islam, sejarah para nabi, dan sejarah kerabat-kerabat nabi. Peristiwa-peristiwa penting sejak peperangan Islam, biografi para nabi, hingga museum-museum terkait bisa didalami lebih jauh. Ketika pengunjung memiliki banyak waktu, kami rekomendasikan untuk bepergian di luar Mekkah dan Madinah. Pelaku perjalanan bisa melihat Jeddah dengan bangunan-bangunannya yang telah berusia 1.000 tahun, tentu dilengkapi dengan mencicipi makanan lokal dan berbelanja di sana. Selain itu, Anda juga bisa mengunjungi Al-Ula yang sangat spesial. Beberapa selebritas Indonesia telah mengunjungi Al-Ula akhir-akhir ini. Kami sangat berharap lebih banyak orang Indonesia datang berkunjung. Sebab, ada pula museum terbuka yang menyajikan lanskap pegunungan dengan hotel-hotel mewah. Beragam kegiatan bisa dijajal, antara lain berkemah di padang pasir dan menyalakan api unggun di bawah hamparan bintang. Jelajah bukit pasir juga bisa dilakukan di sana. (Yoga)
Postingan Terkait
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023