Langkah The Fed Picu Penguatan Rupiah
Bank Sentral AS, The Federal Reserve atau The Fed memutuskan tetap mempertahankan suku bunga acuannya, yang membuat nilai tukar rupiah terhadap USD sedikit menguat. Namun, era suku bunga tinggi ini akan berdampak terhadap partumbuhan ekonomi Indonesia dan kinerja perbankan. The Fed melalui rapat dewan kebijakanTheFed (FOMC), Rabu (1/5) waktu setempat, memutuskan tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuannya (Fed FundRate/FFR) pada level 5,25-5,5 %, dengan pertimbangan data inflasi AS yang masih berada di atas ekspektasi sebesar 2 %. Ke depan, The Fed kemungkinan besar tidak akan menempuh kebijakan kenaikan FFR untuk meredam laju inflasi tersebut. Dengan demikian, focus kebijakan The Fed saat ini adalah mempertahankan stance kebijakan ketat.
”Jadi, menurut saya, kecil kemungkinan kebijakan suku bunga berikutnya adalah kenaikan. Saya katakan, itu (kenaikan FFR) kemungkinan besar tidak terjadi,” kata Chairman The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers FOMC sebagaimana dilansir Reuters. Negara-negara lain dan pasar keuangan tengah beradaptasi dengan baik terhadap pertumbuhan ekonomi dan divergensi kebijakan moneter dengan AS. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susiato, Kamis (2/5), mengatakan, pernyataan terkini The Fed dimaknai sebagian pelaku pasar sebagai stance kebijakan yang agak longgar (dovish). Hal ini membuat para pelaku pasar berspekulasi pemangkasan FFR oleh The Fed akan lebih maju, dari sebelumnya pada Oktober/November 2024 menjadi September 2024.
”Perkembangan tersebut menyebabkan banyak mata uang emerging market (negara berkembang) Asia mengalami penguatan, termasuk rupiah,” katanya. Mengutip data Jakarta Interbank Spot Dollar (Jisdor) pada Kamis (5/2), rupiah ditutup berada pada level Rp 16.202 per USD atau menguat 0,45 % dibanding penutupan pasar sebelumnya. Kendati demikian, rupiah masih berada di atas level Rp 16.000 per USD selama hampir dua pecan berturut-turut sejak pasar spot rupiah kembali dibuka setelah libur Lebaran. BI memperkirakan, rupiah berangsur-angsur akan menguat hingga akhir tahun 2024. Pada triwulan II-2024, rupiah terhadap USD akan menguat rata-rata ke level Rp 16.200, Rp 16.000 pada triwulan III-2024, dan Rp 15.800 pada triwulan IV-2024. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023