Warga Jepang Turut ”Melibas” Yen
Kurs yen diperkirakan akan terus melemah hingga ke level 160 yen per USD. Penyebab utamanya adalah selisih besar antara suku bunga inti di AS dan Jepang. Upaya intervensi yang dilakukan Bank Sentral Jepang (BoJ) juga diperkirakan akan sia-sia. Pada 1 Mei 2024, kurs yen tercatat pada kisaran 157,9 yen per USD. Kurs yen, menurut survei BoJ, seharusnya di kisaran 141,42 yen per USD, seperti diberitakan harian The Japan Times, 30 April 2024. Masato Kanda, Wakil Menkeu Jepang untuk urusan internasional, menyebutkan, ada spekulasi penyebab anjloknya kurs yen. Ia mengingatkan, otoritas moneter Jepang siap merespons 24 jam sehari dan 365 hari per tahun agar yen tidak merosot lebih lanjut.
Menurut The Financial Times, BoJ tampaknya telah melakukan intervensi dengan mengguyur pasar setara 35 miliar USD. Akan tetapi, kurs yen tidak kunjung menguat. ”Kurs yen mungkin tidak jatuh tajam, tetapi sulit untuk memulihkan kurs yen karena kelemahannya. Masalah yang sedang terjadi, kejatuhan yen, bukan hanya karena aksi investor asing dan para spekulan. Warga Jepang juga memperkirakan yen masih akan terus melemah,” kata Koji Fukaya dari perusahaan konsultan, Market Risk Advisory Co. Menurut Reuters, warga biasa Jepang dihinggapi pikiran tentang yen yang akan terus melemah. Akibatnya, mereka menabung dalam denominasi non-yen.
Jika tetap memegang yen, mereka akan ketiban beban karena biaya impor, seperti energi, akan meninggi seiring pelemahan yen. Maka, warga mengamankan diri dengan memegang, antara lain, USD. Kelemahan yen paling mendasar terletak pada perbedaan suku bunga inti AS yang kini 5,25 %. Angka itu sangat jauh di atas suku bunga inti Jepang, yaitu pada kisaran 0-0,1 %. Situasi ini mendorong pelaku di pasar valuta asing meminjam dana dalam yen yang berbunga rendah dan menyimpannya dalam USD dengan bunga lebih tinggi. Hal ini disebut carry trade dalam pasar valas. Jika simpanan jatuh tempo, keuntungan dari suku bunga simpanan dalam USD akan tinggi, ditambah lagi dengan merosotnya kurs yen terhadap USD. Omzet pinjam-meminjam seperti ini terus berulang. Maka, takdir yen memang akan melemah, terlepas ada atau tidaknya intevensi BoJ. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023