Jaga Kesinambungan Kebijakan Pendidikan
Pendidikan merupakan proses jangka panjang dan strategis yang memerlukan konsistensi. Karena itu, pergantian menteri pendidikan nanti perlu mementingkan kesinambungan dalam kebijakan pendidikan nasional, tidak boleh terganggu. Kesinambungan kebijakan pendidikan nasional tersebut penting karena saat ini Indonesia menghadapi tantangan untuk meningkatkan indeks sumber daya manusia dalam human development index (HDI). Sejauh ini, Indeks Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya sehingga tingkat daya saing bangsa berada di bawah rata-rata. Bahkan dalam hal kecerdasan, Indonesia masih terkendala dalam mencapai posisi yang diharapkan.
Menurut Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknlogi Nadiem Anwar Makarim dalam Rembuk Komunitas dan Temu Nasional Kartu Indonesia Pintar Kuliah 2024, lima tahun terakhir transformasi pendidikan dilakukan lewat kebijakan Merdeka Belajar. Hasilnya mulai dirasakan siswa, pendidik, orangtua, dan masyarakat. Karena itu, keberlanjutan Merdeka Belajar harus terus diupayakan. ”Merdeka Belajar ini tidak ada artinya jika tidak ada dukungan dari komunitas. Kami ingin Merdeka Belajar menjadi gerakan komunitas dan masyarakat agar pemerintah dan pemerintah daerah punya komitmen melanjutkannya,” ujarnya. Tak hanya menyoroti aspek kebijakan dan struktur pendidikan, Haedar juga mengingatkan pentingnya membangun generasi Indonesia yang memiliki jiwa dan karakter kuat.
Karena itu, pendidikan nasional tidak boleh hanya jadi pabrik yang menghasilkan ”robot-robot” pekerja yang tidak memiliki jiwa dan akal budi. Pendidikan jangan menghasilkan individu mekanis dan kurang memiliki kedalaman jiwa. ”Membangun Indonesia melalui pendidikan haruslah meliputi jiwa dan raga. Pendidikan nasional tidak boleh mengabaikan nilai-nilai Pancasila, agama, dan budaya luhur bangsa,” tegas Haedar. Haedar mengingatkan perumus kebijakan pendidikan untuk menguatkan kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Sebab, sektor swasta juga berperan penting dalam pengembangan pendidikan di Indonesia, terutama yang berbasis pada gerakan sosial keagamaan. Hal ini meliputi, antara lain, dilakukan lembaga-lembaga seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan Taman Siswa yang memiliki sejarah panjang dalam memberikan kontribusi signifikan bagi pendidikan nasional serta perjuangan kemerdekaan.
Tags :
#UmumPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023