Bisnis dalam Lingkaran Politik dan Keluarga
BANYAK orang beranggapan bahwa tak seharusnya urusan bisnis dicampuri dengan kepentingan politik dan keluarga. Namun anggapan itu tampaknya tidak berlaku di Indonesia. Lihat saja bagaimana setelah Pemilu 2024, sejumlah anggota dan orang-orang yang terafiliasi dengan tim kampanye kandidat presiden dan wakil presiden mendapatkan posisi strategis pada badan usaha milik negara (BUMN). Dalam dunia bisnis, pengaruh politik atau negara terhadap dunia usaha (perusahaan) setidaknya terwujud melalui dua cara. Pertama, melalui kepemilikan saham signifikan oleh pemerintah atau negara, yang menghasilkan perusahaan milik negara atau BUMN.
Karena BUMN merupakan representasi kecil negara, keberhasilan atau kegagalan perusahaan dalam mencapai performa keuangan akan mencerminkan keberhasilan maupun kegagalan negara. Karena itu, pemerintah cenderung melakukan beragam cara guna menjaga eksistensi perusahaan. Kedua, pengaruh politik di dalam perusahaan terjadi dengan ditempatkannya politikus maupun mantan politikus dalam struktur manajemen kunci perusahaan, baik sebagai direksi maupun komisaris. Penempatan mereka di dalam struktur manajemen kunci bukanlah tanpa alasan.
Kedekatan mereka dengan pemerintah, melalui jabatan ataupun peran yang dimiliki sebelumnya, diharapkan membuat perusahaan tempat mereka menjabat mendapatkan perlakuan istimewa. Misalnya kemudahan mendapatkan akses pinjaman dari bank, mendapatkan proyek pemerintah, dan mendapatkan keuntungan melalui regulasi yang memihak.Penting untuk kita ketahui, pengaruh pada bisnis (perusahaan) cenderung lebih tinggi di negara-negara dengan tingkat korupsi yang tinggi serta sistem demokrasi multipartai. (Yetede)
Tags :
#BisnisPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023