Bebani Penumpang, Iuran Pariwisata Ditolak
Pengenaan iuran pariwisata lewat program dana pariwisata berkualtas yang dibebankan pada tarif penumpang angkutan udara kian mendapat banyak penolakan dari berbagai kalangan. Iuran tersebut dinilai akan membebani penumpang maupun maskapai. Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (APJAPI) Alvin Lie mengatakan, rencana pemerintah sebagaimana diusulkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memungut dana pariwisata berkualitas harus diperjelas. "Peruntukannya harus diperjelas dulu, apakah dana pariwisata ini merupakan program kementerian atau program BUMN melalui InJourney. Kalau lewat Kementerian harusnya harusnya dibiayai lewat APBN. Jangan dibebankan kepada masyarakat penggguna angkutan udara," kata Alvin. Alvin menilai jika dana pariwisata dipungut lewat masyarakat yang dibebankan di tiket pesawat akan bias pertanggungjawaban dan pengawasan. "Pengawasan dan pertanggungjawabannya bagaimana? Kemudian buat apa kita membayar pajak, kemudian jangan lupa, tiket pesawat itu sudah dipajaki Ppn 11% dan tahun depan bakal naik 12% lantas buat apa pajak itu,?" jelas Alvin (Yetede)
Tags :
#PariwisataPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023