;

Potret Nelayan Natuna, Tersingkir di Laut Sendiri

Ekonomi Yoga 27 Apr 2024 Kompas
Potret Nelayan Natuna,
Tersingkir di Laut Sendiri

Yuni (26) pada 16/4 mengarkan perahu ke laut yang berbatasan dengan Serawak, Malaysia untuk meolong Deki (40) di koordinat sekitar 4 derajat Lintang Utara dan 110 derajat Bujur Timur. Deki kehabisan oli mesin. Perahu mereka terpaut jarak 30 km. Yuni dan Deki berasal dari Pulau Subi, Kabupaten Natuna, Kepri. Di tengah jalan, Deki berteriak lewat radio komunikasi. ”Jangan ke sini! Aku kena tarik,” kata Deki. Dua tahun belakangan, banyak nelayan Natuna ditangkap aparat Malaysia di perairan itu. Dua  hari kemudian, rekaman video memperlihatkan Deki dan tujuh nelayan lain ditahan penjaga pantai atau Agensi Penguat kuasaan Maritim Malaysia (APMM).

Konsul Jenderal RI (KJRI) di Kuching, Malaysia, Raden Sigit Witjaksono, mengatakan, APMM menangkap tiga perahu dan delapan nelayan asal Natuna. Mereka masuk ke perairan Malaysia sejauh 13 batu atau 20,9 kilometer. ”Kami prihatin karena (penangkapan nelayan Natuna) ini sudah kesekian kalinya dalam waktu berdekatan,” kata Sigit, saat konferensi pers daring pada Rabu (24/4). Sepanjang 2024 ada 14 nelayan Natuna yang ditangkap APMM di perairan Serawak. Selain kasus Deki dan kawan-kawan, APMM juga menangkap dua nelayan pada 9 Februari dan empat orang pada 9 Maret.

Empat orang yang ditangkap pada Februari 2024 telah dijatuhi hukuman penjara 4-5 bulan. Selain itu, nakhoda dikenai denda Rp 3,3 miliar dan anak buah Rp 1 miliar. Karena mereka tidak mampu membayar denda, pengadilan menjatuhkan kurungan tambahan selama dua bulan. Menurut data Kompas, tiga perahu nelayan Natuna itu ditangkap Kapal Tun Fatimah milik APMM di koordinat 4 derajat Lintang Utara dan 110 derajat Bujur Timur. Lokasi itu wilayah abu-abu karena ada tumpang tindih klaim zona ekonomi eksklusif (ZEE) antara Indonesia dan Malaysia. KJRI belum mengantongi informasi koordinat penangkapan delapan nelayan Natuna dari APMM.

Dedi (39), nelayan Pulau Bunguran, mengaku berkali-kali disergap APMM di lokasi Deki dan kawan-kawan tertangkap. Beruntung ia tidak ditahan, APMM hanya menyita seluruh ikan tangkapan. ”Di utara ikan dihabisi kapal Vietnam, di timur nelayan ditakut-takuti aparat Malaysia. Sekarang kami harus cari makan di mana lagi,” ujarnya. Darmazi (52), nelayan Pulau Subi, mengeluhkan maraknya kapal cantrang asal pantai utara Jawa. Kapal-kapal berukuran lebih dari 10 kali lipat perahu nelayan lokal itu sering menangkap ikan sampai ke perairan yang berjarak kurang dari 7 km dari garis pantai. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :