;

Tengkes, Tantangan Pemerintahan Baru

27 Apr 2024 Kompas
Tengkes, Tantangan Pemerintahan Baru

Tengkes menjadi tantangan pemerintahan baru hasil Pemilu 2024. Hal itu karena pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin masih menyisakan masalah tengkes. Presiden Jokowi telah mengeluarkan Perpres No 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Dalam perpres disebutkan, tengkes (stunting) adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh menkes. Pasal 5 Ayat (1) Perpres memasang target tengkes 14 % pada 2024. Namun, data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan prevalensitengkes masih 21,5 %.

Merujuk data Survei Status Gizi Indonesia 2022, prevalensi tengkes hanya turun 0,1 %. Artinya, angka prevalensi tengkes cenderung stagnan (Kompas.id, 25/4/2024). Lambatnya penurunan prevalensi tengkes dievaluasi berdasarkan pencapaian target sembilan indikator sasaran Perpres, hanya tiga indikator yang mencapai target. Enam lainnya belum, salah satunya, persentase anak berusia di bawah lima tahun (balita) gizi kurang yang mendapat tambahan asupan gizi (90 %). Jokowi-Ma’ruf Amin hanya punya waktu lima bulan mengejar target penurunan angka tengkes sebelum pelantikan Prabowo-Gibran pada Oktober 2024.

Prabowo-Gibran, yang dalam kampanyenya akan melanjutkan program Jokowi-Amin, mesti menuntaskan target antara prevalensi tengkes sesuai perpres. Dalam visi-misinya, Prabowo-Gibran merencanakan 8 Program Hasil Terbaik Cepat yang dikawal langsung oleh Presiden dan Wapres dalam lima tahun, yang nomor satunya ditujukan untuk menangani tengkes. Program nomor satu itu adalah memberi makan siang dan susu gratis di sekolah dan pesantren serta bantuan gizi untuk anak balita dan ibu hamil. Kita nantikan hasil dari program itu untuk menurunkan prevalensi tengkes di Indonesia. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :