;

Kiat Kota-kota Populer Menekan Jumlah Turis

Ekonomi Yoga 26 Apr 2024 Kompas
Kiat Kota-kota Populer
Menekan Jumlah Turis

Tempat-tempat wisata terkenal di Eropa, seperti Amsterdam di Belanda dan Venesia di Italia, kewalahan menghadapi lonjakan jumlah wisatawan. Maka, muncul gagasan mengenakan pungutan untuk mengurangi pelancong. Saking banyaknya turis wira-wiri, kini susah berjalan kaki di Venesia. Penduduk kota itu hanya 50.000 orang, sedang turis sepanjang 2022 mencapai 3,2 juta orang. Pada musim liburan, jumlah wisatawan di Venesia mencapai 100.000 orang. ”Kami harus menemukan keseimbangan antara pendatang (turis) dan penduduk. Kami perlu mengurangi pelancong harian pada waktu tertentu,” kata Kepala Badan Promosi Pariwisata Venesia Simone Venturini. Untuk menangani lonjakan pengunjung itu, Venesia memberlakukan kebijakan baru mulai Kamis (25/4). Venesia akan memberlakukan biaya masuk kepada pengunjung harian. Saat ini hanya ada 29 hari sepanjang 2024 yang akan menjadi waktu pemberlakuan tiket masuk harian.

Mayoritas hari-hari pembatasan itu tersebar pada Mei hingga Juli. Pengunjung yang datang pada siang hari harus membeli tiket seharga 5 euro atau Rp 87.000. Pembelian tiket itu akan dipantau petugas pemeriksaan di titik-titik masuk utama di seluruh wilayah Venesia. Pajak juga diberlakukan pada pengunjung yang bermalam di dalam kota. Para pengunjung harian diharapkan bisa berkunjung pada waktu yang tidak ramai atau bukan musim liburan. Kebijakan itu, kata Venturini, bertujuan menyeimbangkan pemasukan dari pariwisata dengan kenyamanan para penghuninya. ”Meningkatkan perekonomian lokal tetap penting asalkan tidak membebani komunitas lokal dan tidak merusak ekosistem yang sudah rapuh,” ujarnya.

Bagi wisatawan asal AS, Anish Thakkar, karcis itu murah bagi pengunjung yang datang dari jauh. ”Saya tidak keberatan membayar 5 euro itu. Karena terlalu murah, saya kira tidak akan membuat perbedaan,” ujarnya.   Pada 2021, Venesia melarang kapal pesiar masuk ke laguna kota itu. Kapal-kapal pesiar berukuran besar bisa merusak lingkungan kota. Pengunjung yang terlalu banyak juga dikhawatirkan kian menenggelamkan Venesia. Wali Kota Venesia Luigi Brugnaro mengatakan, kebijakan karcis turis itu baru sebatas eksperimen. Ia tak sepenuhnya yakin bagaimana sistem ini bisa berjalan dengan baik. Namun, Brugnaro menjanjikan sistem baru ini akan terus dipantau dan dikendalikan serta dijamin tak ada antrean. Turis yang tidak memiliki tiket akan dikenai denda 50-300 euro atau Rp 868.000-Rp 5,2 juta. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :