Lampu Kuning Pengelolaan Utang
SEJAK AWAL tahun hingga 29 Februari lalu, pemerintah mengeluarkan dana sebesar Rp 69 triliun untuk membayar bunga utang. Angkanya naik 37 persen dibanding pada periode yang sama pada 2023. Berbicara dalam rapat bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat pada 19 Maret lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa realisasi ini paling tinggi setidaknya dalam lima tahun terakhir. Sebagai perbandingan, pembayaran bunga utang pada periode yang sama 2023 sebesar Rp 50,3 triliun, naik 19,9 persen secara tahunan.
Sri Mulyani mengatakan kenaikan pembayaran bunga utang ini terjadi seiring dengan stok utang pemerintah yang juga meningkat. Pada Desember 2023, total utang pemerintah sebesar Rp 8.145 triliun, sementara sampai 29 Februari lalu jumlahnya Rp 8.319,22 triliun. Nilai tersebut merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Meski rasio utang terhadap pertumbuhan domestik bruto (PDB) masih 39,0 persen atau di bawah batas aman 60 persen sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, pengelolaan utang saat ini tengah disorot. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira melihat lampu kuning dalam pengelolaan utang dari sisi penerimaan pajak dan bunga utang.
Kerentanan pengelolaan utang bisa dilihat dari kemampuan pemerintah membayar utang. Penerimaan pajak mencerminkan secara riil kemampuan pemerintah membayar bunga ataupun cicilan pokok utang. Tahun ini Indonesia berencana membayar bunga utang sebesar Rp 497 triliun. Dengan target penerimaan negara Rp 2.802 triliun, rasio bunga utang terhadap penerimaan negara sebesar 17 persen. Dana Moneter Internasional (IMF) merekomendasikan rasionya maksimal hanya 10 persen. Adapun dibanding pertumbuhan penerimaan pajak, kenaikan pembayaran bunga utang tahun ini diperkirakan masih lebih tinggi. Penerimaan pajak pada 2024 ditargetkan tumbuh 6,4 persen, sedangkan pembayaran bunga utang tahun ini diperkirakan naik 11,5 persen. (Yetede)
Tags :
#UtangPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023