Harga Acuan Beras Medium dan Jagung Dinaikkan
Pemerintah memperpanjang lagi harga eceran tertinggi (HET) beras
premium Rp 14.900 per kg yang berlaku sejak Maret 2024. Harga acuan beras
medium, gabah, dan jagung juga dinaikkan. Hal itu disampaikan Kepala Bapanas
Arief Prasetyo Adi seusai melaporkan kondisi pangan nasional kepada Presiden
Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (24/4). Dalam pertemuan yang
berlangsung pukul 14.45 sampai pukul 15.40 itu, disampaikan bahwa kondisi stok
kebutuhan pangan pokok masih aman. Cadangan pangan pemerintah saat ini 1,3 juta
ton. Kendati harga beras cenderung stabil bahkan turun, Arief mengatakan,
Presiden Jokowi mengarahkan harga di tingkat petani harus dijaga. ”Karena itu,
(Presiden) memerintahkan Bapanas bersama Bulog untuk melakukan off take atau
serap (gabah) karena bulan April ini panennya setara beras 5,5 juta ton,” tutur
Arief seusai pertemuan.
Harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen untuk
penyerapan oleh Bulog juga disesuaikan. ”Harga gabah yang sebelumnya Rp 5.000
kita tetapkan menjadi Rp 6.000,” katanya. Pada 10-23 Maret 2024, HET beras
premium sudah dinaikkan menjadi Rp 14.900. HET tersebut dilanjutkan sampai 31 Mei
2024. HET beras medium, kataArief, ditetapkanRp 12.500 per kg. Keberpihakan
pemerintah HET ini, kata Arief, bisa disesuaikan kembali. Jika panen baik dan
produksi meningkat serta komponen lain, seperti pupuk dan sewa lahan turun, bisa
saja HET diturunkan. Selain beras, harga acuan pembelian (HAP) jagung pipilan
kering di tingkat petani dengan kadar air 15 % juga dinaikkan dari sebelumnya
Rp 4.200 per kg menjadi Rp 5.000 per kg. Hal ini disebut Arief sebagai
keberpihakan pemerintah terhadap petani dan peternak. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023