SENTIMEN PASAR MODAL : MEMETIK CUAN KEPASTIAN POLITIK
Pengaruh sentimen politik terhadap pasar saham kian meredup setelah Mahkamah Konstitusi membacakan putusan sengketa Pilpres 2024. Momentum kepastian politik itu dapat dimanfaatkan investor untuk meracik ulang portofolio dengan membidik saham-saham yang terafiliasi atau berpotensi cuan dari arah kebijakan pemenang pemilu.
Community & Retail Equity Analyst Lead Indo Premier Sekuritas Angga Septianus mengatakan data survei menunjukkan investor domestik maupun asing memprediksi bahwa pasangan calon Prabowo-Gibran akan menang dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Prediksi sejak sebelum pesta politik itu masih sama hingga saat ini. Alhasil, keputusan MK yang menolak gugatan sengketa pemilu telah sesuai dengan ekspektasi pasar. Dengan begitu, dampaknya akan sangat minim terhadap emiten-emiten yang terafiliasi oleh paslon nomor urut 02 tersebut karena harganya sudah pricedin di pasar saham. Meski begitu, investor dinilai tetap dapat mencermati saham-saham terkait dengan penghiliran mineral logam yang menjadi salah satu kebijakan kunci Prabowo-Gibran. Beberapa saham di sektor tersebut a.l. MDKA, MBMA dan TINS.
Seirama, Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi berpendapat putusan MK memberikan sentimen pendorong terhadap emiten yang terafiliasi Prabowo-Gibran. Meski demikian, dampaknya diperkirakan hanya bersifat jangka pendek. “Ketidakpastian global di tengah tensi geopolitik yang masih tinggi dan suku bunga masih berada pada level tinggi masih akan menjadi penghambat laju pergerakan emiten, terlebih emiten terafiliasi yang masuk dalam kategori saham cyclical,” jelas Audi kepada Bisnis. Menurutnya, saham terafiliasi Prabowo-Gibran seperti ADRO dan ADMR milik taipan Garibaldi Thohir menarik untuk dicermati.
Di luar sentimen politik, Audi juga menekankan faktor ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang dinilai masih akan membuat ketidakpastian global meningkat. Akibatnya, investor akan cenderung mencari aset investasi yang berisiko rendah.
Di luar sentimen politik, Audi juga menekankan faktor ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang dinilai masih akan membuat ketidakpastian global meningkat. Akibatnya, investor akan cenderung mencari aset investasi yang berisiko rendah.
Yang perlu dicatat, lanjutnya, IHSG masih dibayangi fl uktuasi harga komoditas, seperti emas dan minyak mentah, yang tersulut oleh konflik Timur Tengah. Teguh menambahkan faktor nilai tukar rupiah melemah juga dapat menguntungkan bagi emiten-emiten tambang yang berbasis ekspor.
Sejalan dengan stabilitas politik dan transisi pemerintahan yang kondusif di dalam negeri, IHSG dinilai dapat menguat menuju level 7.300—7.400 pada akhir tahun ini. Analis Sinarmas Sekuritas Isfhan Helmy meyebut kinerja pasar saham masih memiliki peluang menguat sehingga momen saat ini bisa digunakan untuk mencari saham dengan kinerja fundamental kokoh pada harga diskon.
Dalam risetnya, analis Ciptadana Sekuritas Arief Budiman menyoroti dampak negatif pelemahan rupiah terhadap kinerja emiten. Sektor berbasis komodias diproyeksi meraih untung dari pendapatan ekspor, seperti PTBA, HRUM, ADMR, ADRO, ITMG, UNTR, INCO, dan MDKA.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023