PENGEMBANGAN IKN NUSANTARA : Kemacetan Tetap Ada di Jakarta
Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Yayat Supriyatna menuturkan bahwa produk domestik regional bruto Jakarta pada periode 2021—2023 sangat bergantung kepada perdagangan eceran yang digerakkan oleh sektor transportasi sebagai salah satu jenis ekonomi tersier. Hal itu bakal tetap membuat jalanan di Jakarta ‘dihinggapi’ kemacetan. “Sekarang ada 26 juta kendaraan, 19 juta di antaranya itu sepeda motor. Jadi ekonominya bergerak di situ , dan yang paling besar itu,” katanya, Senin (22/4). Dominasi ekonomi tersier sendiri umumnya terjadi pada bagian masyarakat kelas bawah dan menengah yang terdorong akibat adanya keterbatasan kemampuan layanan jasa. Dengan demikian, pemindahan ibu kota ke Nusantara dinilai tidak akan bisa menyelesaikan masalah kemacetan di Jakarta. Hal tersebut menjadi alasan bagi dirinya untuk mengimbau Dewan Aglomerasi Jabodetabekjur dan Pemerintah Daerah Khusus Jakarta nantinya bersinergi untuk menyelesaikan persoalan kemacetan. Kemacetan memang menjadi pekerjaan rumah yang terus diselesaikan oleh pemerintah daerah dan pusat. Berbagai upaya dan kebijakan dikerjakan dengan harapan bisa mengurai kemacetan di sejumlah simpul lalu lintas Jakarta.
Tags :
#InfrastrukturPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023