;

UTANG LUAR NEGERI : ANTISIPASI RISIKO JANGKA PENDEK

Ekonomi Hairul Rizal 20 Apr 2024 Bisnis Indonesia
UTANG LUAR NEGERI : ANTISIPASI RISIKO JANGKA PENDEK

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan bahwa salah satu bentuk dominasi utang luar negeri (ULN) yang banyak digunakan adalah mata uang Amerika Serikat (AS). Meski dolar AS menjadi nilai tukar yang paling banyak digunakan secara global, mata uang ini juga punya resiko fluktuasi dan volatilitas yang tinggi. Apalagi jika dikaitkan dengan sentimen dari kondisi ekonomi global. “Tentu kalau kita bicara kaitannya dengan ULN, yang kemudian perlu diantisipasi pemerintah adalah bagaimana perubahan ataupun pelemahan nilai tukar rupiah saat ini akan mempengaruhi pembayaran ULN terutama yang jatuh tempo dalam waktu yang dekat,” katanya saat dihubungi Bisnis, Jumat (19/4).

“Tentu antisipasi dan mitigasi yang perlu dilakukan pemerintah memastikan bahwa nilai tukar tidak terdepresiasi lebih dalam lagi dibandingkan kondisi saat ini sehingga intervensi terutama otoritas moneter merupakan salah satu kunci untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan kaitannya dengan pembayaran ULN dalam jangka waktu dekat,” jelas Yusuf. Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menyoroti hal yang sama. Apalagi pelemahan rupiah disertai dengan naiknya harga minyak mentah. Masalahnya, tambah Bhima, kondisi tersebut membuat banyak pemegang surat utang atau investor/kreditur akan mempertimbangkan ulang karena risiko untuk masuk ke instrumen aset negara berkembang semakin tinggi. Oleh karena itu, dia melihat ada tiga hal yang harus dilakukan pemerintah. 

Pertama, membuka ruang renegosiasi utang. Negara harus punya cara yang lebih kreatif untuk mengurangi beban utang luar negeri. Kedua, menyusun APBN perubahan. Ini dilakukan untuk merealokasikan belanja yang mungkin masih bisa dihemat sehingga tidak terlalu banyak menerbitkan utang baru. Terakhir, mendorong sektor usaha yang berbasis ekspor nonkomoditas atau di industri manufaktur sehingga ada penerimaan valas yang lebih besar. Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa struktur ULN tetap sehat hingga Februari 2024. Asisten Gubernur sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyampaikan bahwa perkembangan tersebut didukung oleh prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan ULN.

Tags :
#Utang
Download Aplikasi Labirin :