Perempuan Miskin Terasingkan dari Program Perlindungan Sosial
Hingga kini masih banyak perempuan miskin di Tanah Air yang
terlewat dari program perlindungan sosial. Masalah tersebut mengemuka dalam
Musyawarah Nasional Perempuan untuk Perencanaan Pembangunan atau Munas
Perempuan ke-2 tahun 2024 di Kabupaten Badung, Bali, 19-20 April 2024. Vidia
dari Pusat Rehabilitasi Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (PR Yakkum) dan
Lastiar Padang dari organisasi terkait risiko bencana dari Gunungsitoli, Sabtu
(20/4) memaparkan, setidaknya ada tiga permasalahan utama terkait perempuan dan
program perlindungan sosial. Pertama, masih ada data penerima manfaat program
perlindungan sosial yang belum dimutakhirkan, bersifat sektoral, dan tidak
terintegrasi. Kedua, jangkauan program perlindungan sosial yang belum
komprehensif.
Ketiga, anggaran program perlindungan sosial belum sepenuhnya
berpihak kepada kelompok rentan. Persoalan di atas terlihat dalam Data Terpadu
Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang berisi daftar pemerlu pelayanan kesejahteraan
sosial (PPKS) yang kurang detail dan belum terintegrasi sehingga sering terjadi
kesalahan data. Contohnya, ada ASN yang tercatat sebagai penerima manfaat DTKS.
Program perlindungan sosial juga belum fokus pada ragam perempuan dengan
situasi kerentanan berlapis. Selain data, hingga kini warga disabilitas juga
belum sepenuhnya bisa mengakses perlindungan sosial, seperti akses alat bantu
bagi disabilitas. ”Anak-anak disabilitas yang sepanjang hidupnya membutuhkan terapi
itu masih belum bisa mengakses perlindungan sosial sepenuhnya,” papar Vidia. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023