Untuk Bertahan Hidup, ABK di Kapal Asing Minum Air Tetesan AC
Terungkapnya mata rantai kejahatan pencurian ikan,
penyelundupan BBM bersubsidi, dan perdagangan manusia di kapal asing ilegal
pada pertengahan April 2024 bagai menyibak fenomena gunung es kejahatan
transnasional di sektor perikanan. Kasus eksploitasi ABK migran asal Indonesia
seolah tiada habisnya. KKP mengamankan kapal pengangkut ikan asal Indonesia, KM
Mitra Utama Semesta (MUS), di Laut Arafura, Maluku, pada 14 April 2024, yang
terindikasi melakukan alih muatan (transhipment) dengan dua kapal ikan asing
ilegal, Run Zeng (RZ) 03 dan RZ 05, yakni alih muatan ikan sebanyak 100 ton,
penyelundupan 150 ton BBM jenis solar, dan mendistribusikan 55 ABK Indonesia ke
kapal asing.
Robby Saktiawan, ABK RZ 03, mengatakan, ia belum pernah menjalani
profesi nelayan ataupun ABK kapal perikanan. Ia nekat mendaftarkan diri sebagai
ABK kapal asing karena iming-iming dari agen perekrut, yakni THR sebesar Rp 2
juta, premi Rp 500.000, dan gaji Rp 2 juta. THR dijanjikan akan langsung
diterimanya saat naik ke kapal. Pada awal April 2024, sebanyak 55 ABK berangkat
dengan kapal KM MUS menuju perairan Arafura. Setibanya di Laut Arafura pada 6
April 2024, mereka ditugaskan memindahkan ikan dari kapal KM RZ 03 ke kapal KM
MUS. Namun, meski sudah bekerja, pembayaran THR dan premi yang dijanjikan agen
perekrut ditolak oleh nakhoda. Akhirnya, 31 ABK di kapal RZ 03 dan RZ 05
melakukan mogok kerja.
”ABK yang mogok kerja tidak mendapatkan makan dan minum. Kami
terpaksa minum dari air tetesan AC dan tadahan hujan untuk bisa bertahan (hidup),”
kata Robby saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (17/4/2024). Ketidakpastian kerja
dan penghasilan mendorong Robby dan lima ABK lain melarikan diri dari kapal
ikan asing itu pada 11 April 2024. Mereka kabur dengan terjun ke laut saat
kapal asing tersebut menepi ke perairan Pulau Penambulai, Kepulauan Maluku, untuk
memindahkan ikan tangkapan ke kapal pengangkut ikan Indonesia. Dari enam ABK
yang melarikan diri, lima orang selamat dan ditolong oleh kapal purse seine. Satu
ABK yang hilang ditemukan tewas oleh warga Desa Koijabi, Kabupaten Kepulauan
Aru, Maluku. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023