;

Kurs Terus Melemah, Intervensi Pasar Jadi Pilihan

Ekonomi Yoga 18 Apr 2024 Kompas (H)
Kurs Terus
Melemah,
Intervensi
Pasar Jadi
Pilihan

Merujuk data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (17/4) ditutup Rp 16.240 USD atau melemah 0,39 % dibandingkan penutupan sebelumnya. Pelemahan rupiah ini telah menembus titik terdalamnya selama periode 2023 sekaligus mendekati puncak depresiasi periode 2020. Untuk meredam kejatuhan rupiah yang lebih dalam, terdapat dua skenario kebijakan moneter yang bisa dilakukan bank sentral, yakni menaikkan suku bunga acuan dan intervensi pasar. Untuk menguatkan rupiah kembali ke level Rp 15.000-an per USD, dibutuhkan biaya intervensi pasar 1 miliar USD dari cadangan devisa.

Senior Economist PT Samuel Sekuritas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi menjelaskan, menaikkan suku bunga acuan menjadi salah satu opsi untuk meredam pelemahan nilai tukar rupiah. Namun, opsi ini perlu kajian yang lebih kompleks untuk dilakukan. Pilihan lain yang dapat ditempuh oleh bank sentral untuk menstabilkan nilai tukar, yakni lewat kebijakan intervensi pasar, setidaknya sampai Juni 2024 dengan mengandalkan cadangan devisa yang dimiliki. ”Berdasarkan simulasi, dengan 500 juta USD per bulan, minimal bisa membawa rupiah dari Rp 16.200 ke level Rp 16.000. Kalau mau lebih kuat, 1 miliar USD selama sebulan itu bisa mengembalikan rupiah ke level Rp 15.900. Hal ini bisa dilakukan selama tiga bulan hingga Juni 2024,” ujar Fithra yang juga dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :