Menerka Arah Pertumbuhan Asia
Perekonomian Asia masih sakit. Seluruh penentu kebijakan di negara-negara di kawasan masih berupaya keras menghentikan penyebaran dan pandemi COVID-19. Pandemi memang melumpuhkan hampir seluruh sektor perekonomian, baik jasa maupun perdagangan ekspor impor. Pandemi bahkan disebut-sebut menyeret perekonomian Asia ke arah krisis dan resesi. Direktur Asia Pasifik Dana Moneter Internasional (IMF), Changyong Rhee, mengatakan segenap penentu kebijakan perlu benar-benar menopang rumah tangga dan dunia usaha yang terpukul keras akibat larangan perjalanan, social distancing, dan tindakan-tindakan lain guna menghentikan pandemi. Secara keseluruhan, perekonomian global diprediksi bakal terkontraksi sampai tiga persen tahun ini, penurunan paling tajam sejak 'Great Depression' di era 1930-an. Sedangkan Asia, jelas Changyong, IMF memproyeksikan perekonomian Asia tahun ini tidak mengalami pertumbuhan sama sekali, alias zero growth.
Pemerintahan di semua negara Asia tentu saja sudah mengambil sejumlah langkah untuk memitigasi, dengan tetap mengutamakan dukungan langsung pada sektor Kesehatan, yang diperkuat dengan paket-paket stimulus demi menopang sektor-sektor perekonomian yang terimbas. Menurut Changyong, IMF memperkirakan kinerja perekonomian Asia masih lebih baik ketimbang kontraksi ekonomi di kawasan lain. IMF memperkirakan negara-negara dimaksud tak lain Singapura, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Hongkong.
Cina, perekonomian dunia terbesar kedua, justru disebut IMF mampu menghindari resesi. Meskipun tahun ini hanya mencatat pertumbuhan 1,2 persen. India, perekonomian terbesar ketiga Asia, juga diproyeksikan mencatat pertumbuhan positif tahun ini, di kisaran 1,9 persen. Perekonomian Indonesia, diproyeksikan IMF, juga tetap berada di area positif. Meski hanya mengalami pertumbuhan sedikit di atas nol persen, namun belum sampai mengalami pertumbuhan negatif.
Cina tetap diproyeksikan menjadi pengatrol utama pemulihan ekonomi di kawasan. Muncul pula pandangan yang menyebutkan pemulihan kekuatan perekonomian Cina juga sangat bergantung pada pemulihan di kawasan lain dunia. Arah pertumbuhan ekonomi Asia selama beberapa tahun ke depan, pemulihan bisa saja terjadi dengan cepat seiring pulihnya kegiataan ekonomi dan sosial publik. Semua prediksi memunculkan sebuah konsensus;pemulihan perekonomian bakal sangat bergantung pada berapa lama pandemi virus bisa dihentikan.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023