China, Faktor Pemicu Relasi
Presiden AS Joe Biden dan PM Jepang Fumio Kishida dalam
pertemuan Rabu (10/4) petang mengungkap rencana strategis kerja sama militer
dan berbagai proyek dari peluru kendali hingga pendaratan di bulan. Langkah
tersebut memperkuat hubungan AS-Jepang sekaligus mengimbangi pertumbuhan China-
Rusia. Dalam jumpa pers bersama di Gedung Putih, Biden dan Kishida
mengungkapkan, mereka juga membahas isu Gaza, Israel, Ukraina-Rusia, Korut, dan
sejumlah hal penting lainnya. ”Ini adalah pertemuan yang menyepakati
peningkatan kerja sama secara mendasar sejak hubungan ini dilakukan,” kata
Biden seusai menggelar pertemuan bilateral selama dua jam dengan Kishida. Mereka
juga membahas ketegangan di Indo-Pasifik dan tindakan China di kawasan.
AS dan sekutunya, termasuk Jepang, sedang memperkuat postur
militer mereka demi membendung apa yang mereka sebut sebagai ancaman China di Laut
China Selatan dan Laut China Timur, termasuk isu Taiwan. Secara keseluruhan,
AS-Jepang menyepakati 70 jenis kerja sama di bidang pertahanan, termasuk upaya
meningkatkan struktur komando militer AS di Jepang sehingga dapat lebih baik
dalam kerja sama dengan Jepang di masa krisis. Selanjutnya, Biden dan Kishida
akan menggelar pertemuan trilateral dengan Presiden Filipina Ferdinand Marcos
Jr. Isu utama yang akan mereka bahas adalah isu keamanan di kawasan Laut China
Selatan. Selain isu keamanan, pertemuan trilateral itu juga akan menyoroti isu
ekonomi.
The Strait Times menyebut, Filipina mengincar kesepakatan
investasi hingga 100 miliar USD dari pertemuan trilateral dengan AS dan Jepang.
”Kita berbicara tentang 100 miliar USD dalam lima hingga 10 tahun ke depan,”
kata Dubes Filipina untuk AS, Jose Manual Romualdez, seperti dikutip dalam
pernyataan Kantor Komunikasi Kepresidenan. Sebelum meninggalkan Manila pada
Rabu, Marcos mengatakan akan menyoroti pentingnya peningkatan kerja sama ekonomi
dengan Jepang dan AS demi memajukan ketangguhan ekonomi dan keamanan. PNA
menyebut Marcos ingin mengeksplorasi cara-cara meningkatkan kerja sama,
terutama di ranah infrastruktur krusial, semikonduktor, digitalisasi, keamanan
siber, mineral penting, energi terbarukan, serta kerja sama maritim dan pertahanan.
(Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023