Mitos, Kerja Mudah Bergaji Tinggi
Kasus ferienjob menjadi cermin fenomena anak muda yang kian
rentan terhadap rayuan kerja di luar negeri. Diaspora Indonesia di Eropa dan
Australia menepis mitos kerja mudah bergaji besar di luar negeri. Gilang Desti
Parahita, mahasiswa Indonesia yang menempuh program doctoral di King’s College
London, Inggris, melihat unsur penipuan dalam program magang ferienjob yang
diikuti para mahasiswa Indonesia di Jerman. Jika disebut magang, seharusnya ada
unsur pemanduan dari kampus kepada mahasiswa.
”Kalau tidak ada pemanduan sama sekali, itu namanya bukan
magang. Apalagi ferienjob itu kerja fisik,” kata Gilang, Kamis (4/4). Polri
menetapkan lima tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terkait
program magang bermasalah, yang menawari mahasiswa untuk ikut ferienjob yang
disebut bagian Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan dapat dikonversi
menjadi 20 SKS.Terungkapnya kasus itu berawal dari informasi Kedutaan Besar RI
di Berlin, Jerman, soal kejanggalan proses magang empat mahasiswa Indonesia. Para
mahasiswa itu merasa dieksploitasi dan terjerat utang.
Presiden Ikatan Alumni Hongaria Putra Hutama menilai, kampus
dan perusahaan penyedia lowongan magang perlu membuat nota kesepahaman (MOU).
Dengan MOU, kampus bakal mendapat kejelasan mengenai nasib mahasiswa selama
berada di negara tujuan. Menurut dia, kerja magang yang sesuai dengan keilmuan biasanya
berdurasi enam bulan sampai dua tahun. Tidak seperti ferienjob yang disebut
bagian dari MBKM, tetapi durasinya hanya 90 hari. Adapun di Australia ada peluang
kerja lewat program kerja sama dengan Pemerintah Indonesia yang disebut work and
holiday visa (WHV). Program ini untuk anak muda yang ingin berlibur sambil
bekerja di Australia.
Syarat utama untuk dapat mengikuti program WHV adalah berusia
18-30 tahun, sudah mengikuti pendidikan perguruan tinggi atau setara setidaknya
dua tahun, mempunyai biaya memadai untuk tiket pergi-pulang Indonesia-Australia,
5.000 dollar Australia (Rp 52 juta), dan berbahasa Inggris baik dengan syarat
IELTS 4,5. Biaya pengajuan visa WHV ini 635 dollar Australia (Rp 6,6 juta). Mantan
jurnalis senior di Australia, Sastra Wijaya, mengatakan, saat ini bidang pekerjaan
yang tersedia untuk anak muda Indonesia, di antaranya, ialah pembuatan roti,
koki profesional, kerja perhotelan, dan bidang jasa lain. Menurut Sastra,
tingginya minat orang Indonesia bekerja di Australia membuat bidang ini rentan
penipuan. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023