;

Mitos, Kerja Mudah Bergaji Tinggi

Ekonomi Yoga 07 Apr 2024 Kompas
Mitos, Kerja Mudah Bergaji Tinggi

Kasus ferienjob menjadi cermin fenomena anak muda yang kian rentan terhadap rayuan kerja di luar negeri. Diaspora Indonesia di Eropa dan Australia menepis mitos kerja mudah bergaji besar di luar negeri. Gilang Desti Parahita, mahasiswa Indonesia yang menempuh program doctoral di King’s College London, Inggris, melihat unsur penipuan dalam program magang ferienjob yang diikuti para mahasiswa Indonesia di Jerman. Jika disebut magang, seharusnya ada unsur pemanduan dari kampus kepada mahasiswa.

”Kalau tidak ada pemanduan sama sekali, itu namanya bukan magang. Apalagi ferienjob itu kerja fisik,” kata Gilang, Kamis (4/4). Polri menetapkan lima tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terkait program magang bermasalah, yang menawari mahasiswa untuk ikut ferienjob yang disebut bagian Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan dapat dikonversi menjadi 20 SKS.Terungkapnya kasus itu berawal dari informasi Kedutaan Besar RI di Berlin, Jerman, soal kejanggalan proses magang empat mahasiswa Indonesia. Para mahasiswa itu merasa dieksploitasi dan terjerat utang.

Presiden Ikatan Alumni Hongaria Putra Hutama menilai, kampus dan perusahaan penyedia lowongan magang perlu membuat nota kesepahaman (MOU). Dengan MOU, kampus bakal mendapat kejelasan mengenai nasib mahasiswa selama berada di negara tujuan. Menurut dia, kerja magang yang sesuai dengan keilmuan biasanya berdurasi enam bulan sampai dua tahun. Tidak seperti ferienjob yang disebut bagian dari MBKM, tetapi durasinya hanya 90 hari. Adapun di Australia ada peluang kerja lewat program kerja sama dengan Pemerintah Indonesia yang disebut work and holiday visa (WHV). Program ini untuk anak muda yang ingin berlibur sambil bekerja di Australia.

Syarat utama untuk dapat mengikuti program WHV adalah berusia 18-30 tahun, sudah mengikuti pendidikan perguruan tinggi atau setara setidaknya dua tahun, mempunyai biaya memadai untuk tiket pergi-pulang Indonesia-Australia, 5.000 dollar Australia (Rp 52 juta), dan berbahasa Inggris baik dengan syarat IELTS 4,5. Biaya pengajuan visa WHV ini 635 dollar Australia (Rp 6,6 juta). Mantan jurnalis senior di Australia, Sastra Wijaya, mengatakan, saat ini bidang pekerjaan yang tersedia untuk anak muda Indonesia, di antaranya, ialah pembuatan roti, koki profesional, kerja perhotelan, dan bidang jasa lain. Menurut Sastra, tingginya minat orang Indonesia bekerja di Australia membuat bidang ini rentan penipuan. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :