Detoks Keuangan Sebelum Berinvestasi
Detoks keuangan adalah proses kegiatan yang dilakukan secara
terstruktur untuk mengembalikan posisi keuangan ke kondisi netral. Harapannya,
dari situasi yang netral, perencanaan keuangan, termasuk investasi, dapat
berjalan baik. Langkah pertama dimulai dengan memahami pengeluaran rutin dan
pasti untuk bulan berjalan. Caranya, dengan membuat daftar tagihan dan kewajiban
yang perlu dibayarkan. Sumber dana pembayaran tagihan dan kewajiban sejatinya berasal
dari penghasilan rutin. Jumlah pos pengeluaran ini wajib bisa dipenuhi dari penghasilan
bulanan. Caranya adalah menghitung
anggaran pengeluaran pasti, lalu memisahkan angka tersebut di rekening yang
terpisah. Setiap bulan, terlepas berapa pun penghasilan yang diterima, transfer
dana tetap dilakukan ke rekening pos pengeluaran pasti.
Bagi mereka yang penghasilannya tak menentu, lakukan
pengaturan keuangan mingguan. Jika penghasilan sama sekali belum cair, jalan
keluarnya adalah mengecek saldo dana darurat. Apabila rumah tangga memiliki
dana darurat, sangat disarankan untuk mengambil sejumlah dana hanya untuk
memenuhi kebutuhan biaya hidup harian hingga tanggal gajian tiba. Bila saldo
kas dana darurat sudah menipis, langkah berikutnya adalah melihat saldo dana di
asset investasi yang likuid, seperti emas, reksa dana pasar uang, dan saham.
Jika diperlukan, ambil secukupnya hanya untuk menjaga likuiditas hingga tanggal
gajian berikutnya. Saat keadaan mulai stabil, lebih baik hasil investasi
diputarkan kembali dalam aset investasi lain. Langkah kedua adalah antisipasi
pengeluaran tambahan di masa transisi antara libur Lebaran dan tanggal gajian
berikutnya.
Jika asisten rumah tangga terlambat datang atau bahkan tidak
kembali, misalnya, ada potensi pengeluaran tambahan untuk jasa bersih rumah
ataupun jasa penitipan anak. Ketiga, evaluasi daftar pinjaman baru yang
terbentuk akibat bengkaknya pengeluaran pada momen Lebaran lalu. Apabila jumlah
tagihan utang konsumtif sudah melebihi penghasilan, saran terbaik adalah
menjual barang-barang konsumtif yang dibeli dan mempergunakan dananya untuk
pelunasan. Lalu, susunlah strategi pelunasan utang. Keempat, membatasi
penggunaan fasilitas pinjaman konsumtif untuk beberapa waktu ke depan. Di masa
detoks keuangan, sangat disarankan untuk disiplin membuat anggaran dan membagi
pos-pos pengeluaran secara fisik. Terakhir, mengembalikan saldo dana darurat
menjadi setidaknya tiga kali pengeluaran rutin bulanan. Hasil dari detoks keuangan adalah, saldo utang
menurun, bahkan nihil, saldo dana darurat minimal terpenuhi, dan alokasi arus
kas bulanan yang positif. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023