;

Penyebab Indonesia Masih Bergantung pada Aluminium Impor

04 Apr 2024 Tempo
Penyebab Indonesia Masih Bergantung pada Aluminium Impor
PENGGUNAAN aluminium untuk berbagai jenis industri membuat permintaan terhadap logam tersebut tetap tinggi. Saat ini, Indonesia membutuhkan sekitar 1 juta ton aluminium per tahun. Sedangkan fasilitas pengolahan atau smelter bauksit di dalam negeri hanya mampu menghasilkan 250 ribu ton aluminium per tahun. Akibatnya, untuk memenuhi kebutuhan industri, Indonesia masih bergantung pada alumunium impor. Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Julian Ambassadur Shiddiq, mengatakan produksi aluminium domestik rendah karena jumlah smelter bauksit stagnan. “Saat ini yang berproduksi hanya smelter milik PT Indonesia Asahan Aluminium alias Inalum,” katanya, kemarin, 3 April 2024.

Badan Pusat Statistik mencatat, dalam lima tahun belakangan, Indonesia mengimpor aluminium sekitar 700 ribu ton per tahun. Sebelum dilarang per Juni 2023, volume ekspor bijih bauksit cenderung naik. Volume ekspor bauksit pada 2021 mencapai 19,914 juta ton, naik signifikan dibanding 2018 yang hanya 8,652 juta ton.  Pada 2022, volume ekspor bauksit turun menjadi 17,845 juta ton atau sekitar 64 persen total produksi bauksit nasional yang sebanyak 27,7 juta ton. Kementerian Energi mencatat, per Desember 2022, jumlah cadangan bauksit Indonesia sekitar 1,2 miliar ton atau setara dengan 4 persen dari total cadangan bauksit dunia yang sebanyak 30,3 miliar ton. (Yetede)
Tags :
#
Download Aplikasi Labirin :