Konsumsi Lebaran Terancam Lesu Akibat Inflasi
Konsumsi masyarakat menjelang Lebaran tahun ini bisa jadi
tidak semeriah biasanya. Konsumen, khususnya dari kelompok kelas menengah,
harus memilah prioritas belanja. Harga bahan pangan yang tinggi membatasi daya
beli mereka. Kondisi ini tecermin dari data inflasi BPS. Per Maret 2024, inflasi
tahunan mencapai 3,05 %. Penyumbang utama inflasi selama periode ini berasal
dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 2,09 % poin
dari total inflasi. Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengutarakan
penyebabnya adalah kenaikan harga pangan pada sejumlah komoditas, seperti
beras, daging ayam ras, serta telur ayam ras. Komoditas lain yang berkontribusi
pada inflasi adalah cabai merah, bawang putih, serta tomat.
Harga beras sendiri melonjak karena pasokan yang terbatas.
Produksi beras di dalam negeri tersendat karena El Nino yang menyebabkan
kekeringan tahun lalu. BPS mencatat produksi beras turun dari awal 2023 di 4
juta ton per bulan ke 1 juta ton per bulan pada akhir tahun. Volumenya baru
menunjukkan kenaikan mulai Februari, di 3 juta ton per bulan. Secara tahunan,
produksi beras 2023 hanya sebanyak 31,1 juta ton, turun dari 2022 yang sebesar
31,54 juta ton. Ketika inflasi melonjak, Wakil Direktur Institute for
Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan daya
beli masyarakat, khususnya kelas menengah, akan terpukul. Dalam inflasi tahun
ini, mereka terbebani tingginya biaya belanja bahan pangan.
Akibatnya, kelompok ini akan mengerem belanja barang dan jasa
selain pangan, terutama kebutuhan sekunder serta tersier seperti otomotif,
barang elektronik, dan perjalanan wisata. Pemberian THR bisa membantu
mengurangi tekanan daya beli pada kelompok tersebut. Artinya, konsumsi masih
bisa naik. "Tapi laju konsumsi Lebaran kali ini tidak akan sekencang tahun
lalu yang sebesar 5,22 % secara tahunan," tutur Eko. Diperkirakan konsumsi
hanya tumbuh 5 % pada periode ini, ia mengatakan kelas menengah merupakan
tumpuan utama laju konsumsi yang berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi.
BPS mencatat kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap pertumbuhan domestik
bruto sepanjang 2023 mencapai 53,18 %. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023