Industri Pupuk Berharap Harga Gas Tidak Dinaikkan
Produksi beras nasional berpotensi turun hingga 2 juta ton
pada 2025 jika terjadi kenaikan harga pupuk yang dipicu oleh kenaikan harga gas.
Kenaikan harga pupuk ini bisa terjadi jika PT Pupuk Indonesia (Persero) tidak
lagi mendapat harga gas berdasarkan kebijakan harga gas bumi tertentu atau HGBT
yang belum jelas kelanjutannya tahun depan. Dirut PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad
Pribadi menjelaskan, setiap kenaikan harga pupuk Rp 1.000 per kg bisa memicu penurunan
pemakaian oleh petani pada pupuk jenis urea hingga 13 % dan NPK hingga 14 %.
Padahal, pemupukan memberi unsur hara nitrogen sebesar 56 %
terhadap produktivitas pertanian. Menurunnya unsur kimia yang dibutuhkan
tanaman padi berpotensi akan menurunkan produktivitas beras nasional. Artinya,
setiap kenaikan harga pupuk Rp 1.000 per kg bisa menurunkan produksi beras 7 %.
Jika produksi beras nasional per tahun 33 juta ton, kenaikan harga gas bisa menurunkan
produksi beras hingga 2 juta ton. ”Ini (penurunan produksi beras hingga 2 juta
ton) jumlah yang sama dengan volume impor beras,” ujar Rahmad dalam Rapat
Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR dengan Ditjen Migas Kementerian ESDM dan PT
Pupuk Indonesia (Persero), di Jakarta, Rabu (3/4).
Kondisi tersebut bisa terjadi tahun depan jika Pupuk
Indonesia tidak lagi mendapatkan harga gas yang lebih murah sesuai kebijakan
HGBT. Dengan HGBT, pihaknya mendapatkan harga gas 6 USD per juta metrik british
thermal unit (MMBTU). Jika tanpa HGBT, harga gas bisa mencapai 12 USD per MMBTU.
Biaya gas mencapai 71 % dari keseluruhan ongkos produksi pupuk urea dan 5 % ongkos
produksi pupuk NPK. Mengingat besarnya komponen harga gas terhadap biaya
produksi, pihaknya berharap HGBT untuk industri pupuk pada 2025 bisa
mendapatkan kepastian secepatnya dan harganya tidak dinaikkan. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023