Menjaga Rupiah
Ketika The Federal Reserve (The Fed) menyatakan rencana
penurunan suku bunga acuan sebanyak tiga kali pada semester II-2024, banyak
yang memprediksi rupiah akan menguat. Kapital inflow diperkirakan mengalir
deras ke Indonesia. Selain itu hajatan politik yang berlangsung damai serta
fundamental politik yang kuat akan membantu penguatan rupiah terhadap dolar AS.
Namun dinamika isu moneter dalam sepekan justru membuat pelemahan rupiah.
Berdasar kurs Jisdor BI, kamis pecan lalu, rupiah melemah
0,12 % ke level Rp 15.873 per dolar AS, dibandingkan hari sebelumnya. Sementara
sepanjang 2024, rupiah melemah 2,3 %. Nilai tukar rupiah terus turun terimbas
kondisi pasar keuangan global, terutama di AS, dimana perekonomian global
terutama AS membaik, berpeluang menurunkan suku bunga bank sentral AS (The
Fed).
Sebenarnya sejak 2023 pemerintah sejak 2023 sudah memiliki
jurus untuk menjaga rupiah tetap kokoh. Per 1 Desember 2023, pemerintah
mewajibkan penempatan devisa hasil ekspor (DHE) di Indonesia, namun
implementasi kebijakan ini masih belum optimal, apalagi neraca perdagangan
Indonesia belum membaik. Harapannya implementasi kebijakan DHE optimal sehingga
dana ratusan triliun rupiah di luar negeri bisa masuk Indonesia. Hal lain
adalah menggenjot investasi asing, dengan memberi karpet merah pada investor
asing. Semuanya harus dilakukan agar nilai tukar rupiah stabil dan terjaga. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023