Pertanian Diarahkan Tidak Sekadar Kejar Produksi
Presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan
Gibran Rakabuming Raka berkomitmen membangun ketahanan pangan yang tidak hanya
mengejar peningkatan produksi. Sektor ini juga akan dibangun berlandaskan
industrialisasi dan pengembangan ekonomi perdesaan. Ketua Dewan Pakar Tim
Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, Burhanuddin Abdullah, menyampaikan hal itu dalam
Kompas Collaboration Forum (KCF) yang digelar harian Kompas di Jakarta, Jumat (22/3).
Tema yang diangkat forum tersebut adalah ”Arah dan Mesin Kebijakan Ekonomi 2024-2029”. Pertanian pangan jadi
salah satu dari tiga mesin penggerak ekonomi di era kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Dua mesin penggerak lain adalah energi dan industri manufaktur.
Tahun lalu hingga awal tahun ini, impor pangan Indonesia
terbilang cukup besar. Salah satu faktor penyebabnya adalah El Nino. Beras,
misalnya, produksinya susut 1,36 % dari 31,54 juta ton pada 2022 menjadi 31,1
juta ton pada 2023. Menurut Burhanuddin, persoalan itu perlu dicarikan solusi
mengingat sektor pertanian cukup berperan besar menyerap tenaga kerja. Sektor pertanian
harus menjadi mesin pertumbuhan yang pertama dan utama. ”Di masa lalu, ketika
penduduk belum sebanyak sekarang, kita sempat swasembada beras. Kita memiliki
potensi alam dan manusia yang lebih dari cukup. Saya sangat optimistis
Indonesia bisa menggapai kembali kecukupan pangan,” tuturnya.
Pengembangan sektor pertanian ini termaktub dalam misi Asta
Cita kedua, visi pembangunan Prabowo-Gibran, yakni mendorong kemandirian pangan
melalui swasembada pangan. Untuk merealisasikan misi itu, 18 program kerja
dirancang, antara lain, meningkatkan produksi, memastikan ketersediaan dan
kepemilikan lahan, mengendalikan impor pangan, memperkuat fungsi badan pangan,
dan menyempurnakan food estate. Selain itu, ada juga program memodernisasi
model bisnis pertanian, menjamin pembiayaan petani, dan pemanfaatan teknologi
informasi. Sejumlah program kerja itu akan diintegrasikan dengan beberapa
program lain. Misalnya, program makan siang gratis, reforma agraria, dan
industrialisasi. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023