;

Makan Gratis

Makan Gratis

Jika pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dipastikan memenangi Pemilu 2024, apalagi setelah dilantik sebagai presiden dan wakil presiden, kabinet akan sedikit lebih gemuk. Akan dibentuk kementerian khusus yang menangani program makan siang gratis bagi anak-anak usia sekolah dan ibu hamil. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Budiman Sudjatmiko. Gibran sendiri sudah menemui Prabowo di Jakarta untuk membahas kementerian baru itu. Bahkan, menurut Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, sudah ada perusahaan Cina yang ingin membangun pabrik garpu serta sendok di sini.

Program makan siang gratis ini disambut baik di desa-desa, dengan catatan, makanan sudah dibungkus atau di dalam kotak. makanan itu dibawa pulang dan anak-anak bersantap di rumah saja. Alasannya, Dengan jatah harga makanan Rp 10-30 ribu, ada lauk daging dan sayur, orang tua si anak bisa kebagian. Entah nasinya atau syukur secuil lauknya. Jatah makan siang yang gratis itu bisa dibagi bersama orang tua atau saudara si anak yang tidak bersekolah. Makanan seharga Rp 10 ribu, apalagi lebih, terlalu mewah untuk warga miskin perdesaan. Saat ini makanan yang sudah memadai di desa-desa masih berharga sekitar Rp 5.000 dan di kota yang disebut “nasi jinggo” paling mahal Rp 6.000.

Bagaimana menyalurkan makanan itu sampai ke sekolah yang terpencil? Atau makanan diproduksi di lokasi sekolah setempat? Di negeri di mana orang masih antre membeli beras, jatah makan siang gratis itu bisa-bisa tak utuh sampai ke anak sekolah. Jadi program maksitis alias makan siang gratis itu masih perlu dikaji. Apalagi anggarannya sampai Rp 450 triliun. Dari mana uangnya? Menaikkan harga Pertalite dan menghapus subsidi gas melon bisa menimbulkan masalah baru. Mari kita realistis apakah program itu cara terbaik untuk meningkatkan gizi anak dan mencegah stunting. (Yetede)

Download Aplikasi Labirin :