INDUSTRI KOSMETIK & PERAWATAN PRIBADI : SEMERBAK BISNIS PARFUM LOKAL
Di tengah pesatnya minat masyarakat akan produk perawatan diri pascapandemi, parfum muncul sebagai bintang baru yang meraih perhatian khusus. Tak hanya pemain global, brand lokal ikut menawarkan parfum dengan kualitas dan konsep unik. Ini sejalan dengan data yang disebutkan oleh Co-Founder dan CMO Sociolla Chrisanti Indiana bahwa parfum menjadi kategori produk dengan peningkatan penjualan tercepat sepanjang 2023 yakni mencapai hingga tiga kali lipat, sejak kategori ini dihadirkan pada 2015. Menariknya, brand parfum yang diminati konsumen bukan hanya produk dari brand global tetapi juga parfum brand lokal, yang saat ini makin banyak bermunculan dengan kualitas dan konsep menarik, salah satunya adalah parfum yang dipersonalisasi.“Jadi kami melihat ini adalah sebuah potensi kategori yang bisa tumbuh sangat kuat pada 2024 di Sociolla,” terangnya. Untuk merespons tren tersebut, akhirnya dihadirkan fitur scent gallery atau galeri wewangian di gerai-gerai Sociolla. Fitur itu dibuat sebagai ruang bagi konsumen untuk mendapatkan pengalaman menjajal berbagai merek parfum secara langsung. Selain itu, aroma dan wewangian dari setiap parfum juga dinilai mampu membangkitkan memori tentang seseorang, momen, ataupun tempat tertentu. Hanya dengan mencium aroma parfum saja, seseorang bisa terbawa ke dalam satu memori tertentu. Inilah yang ditangkap oleh salah satu jenama parfum lokal Speaks to Me untuk ikut mengambil peluang dalam ceruk bisnis parfum. Brand Manager Speaks to Me Arista Yolanda mengatakan bahwa pihaknya menciptakan sebuah parfum yang tidak hanya memiliki aroma enak dan wangi, tetapi juga bisa menjadi jembatan akan kisah hidup seseorang.
Untuk tahap awal, Speaks to Me hadir dalam lima wewangian dari series Soulmade, di mana masing-masing menggunakan notes yang dipilih oleh artisan parfumeur, yang terinspirasi dari kekuatan evokatif, sehingga mampu menggambarkan momen pribadi sekaligus membangun memori seseorang. Selain Speaks to Me, brand parfum lokal lainnya yang juga ikut meramaikan bisnis wewangian adalah HINT. Brand parfum yang berada di bawah naungan Beauty Haul ini hadir dengan konsep personalized yang dapat menyesuaikan karakter dan kepribadian dari penggunanya. Brand yang didirikan oleh Irene Ursula ini menjadi jenama parfum pertama pengguna teknologi infused dengan PeacefulScent TM Technology yang diklaim dapat meningkatkan suasana hati positif hingga meningkatkan kualitas tidur dan semangat bagi penggunanya. Ariadme Prawita, Fragrance Specialist HINT mengatakan teknologi Peaceful Scent, menggunakan alat pembaca gelombang yang biasa dipakai untuk cek mental health atau permasalahan tidur. Cara kerja alatnya adalah menenangkan gelombang otak. Kalau sudah masuk pola gelombang tertentu, itu artinya kita sudah masuk deep sleep. HINT di varian terbarunya ini berusaha menciptakan produk yang menghasilkan gelombang deep sleep tersebut. Baru-baru ini HINT berhasil meraih rekor dari Museum Rekor Indonesia sebagai brand parfum yang menghadirkan teknologi aroma pertama di Indonesia. Teknologi tersebut dihadirkan pada parfum terbarunya Dragon Eau de Parfum yang terinspirasi dari tahun Naga Kayu pada 2024 ini. Irene Ursula, Founder HINT mengatakan Dragon EDP memiliki wangi khas yang diformulasikan dari ekstrasi bambu China yang dikombinasikan dari bunga yang manis. Dragon Eau de Parfum memiliki top notes wewangian woody dan rosewood karena konsep awal dari parfum tersebut adalah untuk menciptakan wangi yang terinspirasi dari Naga Kayu.
Tags :
#Industri lainnyaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023