;

ASET DIGITAL : TRANSAKSI LESU PASAR KRIPTO

Ekonomi Hairul Rizal 16 Mar 2024 Bisnis Indonesia
ASET DIGITAL : TRANSAKSI LESU PASAR KRIPTO

Pasar kripto Tanah Air masih belum bergairah meskipun harga aset digital itu tengah meroket tersengat sentimen halving Bitcoin. Besaran pajak kripto yang dinilai terlalu tinggi berdampak terhadap transaksi di dalam negeri yang justru menjadi sepi.n CEO Triv Gabriel Rey menjelaskan, adanya pajak kripto yang berlaku saat ini membuat para trader lebih banyak melakukan transaksi di luar negeri dibandingkan dengan di dalam negeri. Terlebih, sejumlah negara telah menghapus pajak kripto, sementara di Indonesia, pemerintah masih menerapkan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 0,11% dan PPh sebesar 0,1% untuk transaksi yang dilakukan melalui exchange atau pedagang aset kripto terdaftar. “Secara sentimen memang yang membuat transaksi dalam negeri lebih rendah dari luar negeri karena pajak yang dikenakan cukup tinggi per transaksi,” katanya kepada Bisnis, Kamis (14/3/2024). Gabriel berharap agar pemerintah memperhatikan dan menghilangkan pajak kripto seperti halnya Thailand dengan PPh 0,01%, sehingga membuat industri kripto lokal akan lebih menggeliat. Adapun, per Januari 2024, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat total transaksi aset kripto di dalam negeri sebesar Rp21,57 triliun, naik 77,69% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan Januari 2023 sebesar Rp12,14 triliun. Menurut Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti Tirta Karma Sanjaya, faktor pajak memang menjadi yang krusial karena berkaitan dengan daya saing transaksi. Sejalan dengan itu, Bappebti bersama Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) akan membicarakan ihwal ketentuan pajak kripto tersebut dengan Kementerian Keuangan. “Usulan dari pelaku itu setengahnya, jadi 0,05% dan 0,055%,” kata Tirta. Terkait dengan transaksi aset kripto sepanjang tahun berjalan ini, dia mengungkapkan bahwa pada Februari sudah mulai menanjak, tetapi tidak seperti yang terjadi pada 2022 lalu. Dengan terjadinya Bitcoin halving, di mana pasokan turun menjadi 450 Bitcoin per hari, maka ada peluang besar untuk kenaikan harga yang signifikan di masa mendatang jika permintaan tetap tinggi. Co-Founder Komunitas BitcoinIndo21 Dimas Surya Alfaruq menjelaskan investor perlu mempersiapkan strategi trading dan investasinya agar dapat memanfaatkan situasi pasar dengan baik. Co-CEO Reku Jesse Choi mengatakan Bitcoin tengah berada di tren bullish hingga sempat mencetak ATH di Indonesia, ditambah lagi dengan adanya Bitcoin halving yang mendapat antusiasme besar dari investor. Kemudian, pada Januari 2024 Ditjen Pajak menghimpun Rp39,13 miliar dari pemungutan pajak kripto. Penerimaan pajak kripto awal tahun ini berasal dari penerimaan PPh Pasal 22 senilai Rp18,25 miliar dan PPN atas transaksi kripto Rp20,88 miliar.

Download Aplikasi Labirin :