;

BEI Ingin Gairahkan Produk Derivatif

Ekonomi Hairul Rizal 13 Mar 2024 Kontan
BEI Ingin Gairahkan Produk Derivatif
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mempersiapkan peluncuran Single Stock Futures (SSF) dalam waktu dekat ini. SSF termasuk dalam produk derivatif. Pada dasarnya, produk derivatif merupakan efek atau kontrak yang nilainya tergantung pada nilai dari aset yang mendasarinya atau underlying. SSF menggunakan underlying saham. BEI telah memiliki produk derivatif dengan aset dasar indeks dan surat utang. Yakni IDX LQ45 Futures, IDX30 Futures, Indonesia Government Bond Futures dan Basket Bond Futures. Sepanjang tahun 2023, transaksi di keuangan derivatif hanya mencapai Rp 47,43 miliar dengan total frekuensi 0,7 kali. Angka itu bahkan kalah dibandingkan transaksi waran terstruktur yang mencapai Rp 841,50 miliar. Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan BEI menjelaskan, berdasarkan analisisnya, produk derivatif selama ini tidak likuid. Penyebabnya ada dua hal utama. Pertama, selama ini hanya ada satu anggota bursa (AB) yang mengantongi izin transaksi derivatif. Yakni, PT Universal Broker Indonesia Sekuritas. Kedua, proses pembukaan rekening derivatif belum bisa sepenuhnya dilakukan secara daring, seperti pembukaan rekening saham. Alhasil, investor harus membuka Rekening Dana Derivatif (RDD) secara manual. Berkaca dari produk yang sudah ada, Jeffrey bilang pihaknya akan mengajak lebih banyak anggota bursa untuk berpartisipasi. Hingga saat ini, sudah ada 16 AB yang menyatakan minat mereka. "Dengan aturan tersebut, maka Sub Rekening Efek (SRE) di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dapat berfungsi sebagai penampung dana sebagai alternatif rekening dana nasabah (RDN)," katanya. Kehadiran SSF, sebutnya, juga memberikan kesempatan bagi investor untuk melindungi nilai portofolio dan mendapatkan keuntungan pada saat market bearish. Nantinya SSF akan menggunakan underlying saham dari konstituen indeks LQ45 dengan periode kontrak bervariasi dari satu bulan hingga tiga bulan. Chief Executive Officer (CEO) Edvisor Profina Visindo, Praska Putrantyo menilai, SSF masih relatif lebih menarik ketimbang indeks futures yang sudah diterbitkan oleh BEI sebelumnya.
Tags :
#Bursa
Download Aplikasi Labirin :