Generasi Z dan Milenial Kuras Gaji demi Rumah
Generasi milenial dan Z di wilayah perkotaan sulit memiliki
hunian karena harga rumah melambung tinggi. Sebagian dari mereka terpaksa
menguras gaji serta patungan bersama istri atau kekasih demi mencicil rumah.
Mereka nekat membeli rumah di tengah keterbatasan pendapatan demi tinggal di
”istana” sendiri bersama keluarga kecil yang rata-rata baru terbangun kurang
dari tiga tahun. Sejak dua tahun lalu, Antoni (31), salah satu pekerja swasta di
Kota Bekasi, Jabar, membeli rumah tapak di Kota Bekasi seharga Rp 289 juta dengan
skema kredit pemilikan rumah (KPR). ”Saya sisihkan gaji (untuk) beli rumah
supaya ada tempat tinggal setelah menikah. Selama delapan tahun merantau, saya ngekos,”
katanya, Rabu (13/3). Angsuran keseluruhan yang dia bayarkan ke bank untuk cicilan
rumah Rp 3,7 juta per bulan.
Pengeluaran itu sekitar 30 % pendapatannya. Namun, terasa
memberatkan karena dia juga menghabiskan Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per bulan
untuk biaya hidup, transportasi, dan biaya tak terduga lain. Pengeluaran untuk
membeli rumah yang menguras habis pendapatan juga dirasakan Andrianus (33).
Pekerja swasta di Jakarta dengan penghasilan Rp 8 juta per bulan ini sejak
akhir 2023 memutuskan membeli rumah di Tangerang, Banten, seharga Rp 570 juta. ”Cicilan
saya setiap bulan hampir Rp 6 juta. Kemarin disetujui bank karena memiliki
penghasilan ganda dengan istri. Kalau sendiri, tak mungkin karena pendapatan
saya sudah minus,” ujarnya. Menurut Andrianus, meski keputusan membeli rumah
bukan keputusan mudah, dia memilih opsi itu dan harus tersandera angsuran
selama 15 tahun lantaran biaya mengontrak rumah di Jakarta tak murah. Pada awal
menikah, biaya kontrakan rumah di Jakarta setiap tahun berkisar Rp 25 juta
sampai Rp 35 juta. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023