;

Generasi Z dan Milenial Kuras Gaji demi Rumah

Ekonomi Yoga 14 Mar 2024 Kompas
Generasi Z dan Milenial
Kuras Gaji demi Rumah

Generasi milenial dan Z di wilayah perkotaan sulit memiliki hunian karena harga rumah melambung tinggi. Sebagian dari mereka terpaksa menguras gaji serta patungan bersama istri atau kekasih demi mencicil rumah. Mereka nekat membeli rumah di tengah keterbatasan pendapatan demi tinggal di ”istana” sendiri bersama keluarga kecil yang rata-rata baru terbangun kurang dari tiga tahun. Sejak dua tahun lalu, Antoni (31), salah satu pekerja swasta di Kota Bekasi, Jabar, membeli rumah tapak di Kota Bekasi seharga Rp 289 juta dengan skema kredit pemilikan rumah (KPR). ”Saya sisihkan gaji (untuk) beli rumah supaya ada tempat tinggal setelah menikah. Selama delapan tahun merantau, saya ngekos,” katanya, Rabu (13/3). Angsuran keseluruhan yang dia bayarkan ke bank untuk cicilan rumah Rp 3,7 juta per bulan.

Pengeluaran itu sekitar 30 % pendapatannya. Namun, terasa memberatkan karena dia juga menghabiskan Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per bulan untuk biaya hidup, transportasi, dan biaya tak terduga lain. Pengeluaran untuk membeli rumah yang menguras habis pendapatan juga dirasakan Andrianus (33). Pekerja swasta di Jakarta dengan penghasilan Rp 8 juta per bulan ini sejak akhir 2023 memutuskan membeli rumah di Tangerang, Banten, seharga Rp 570 juta. ”Cicilan saya setiap bulan hampir Rp 6 juta. Kemarin disetujui bank karena memiliki penghasilan ganda dengan istri. Kalau sendiri, tak mungkin karena pendapatan saya sudah minus,” ujarnya. Menurut Andrianus, meski keputusan membeli rumah bukan keputusan mudah, dia memilih opsi itu dan harus tersandera angsuran selama 15 tahun lantaran biaya mengontrak rumah di Jakarta tak murah. Pada awal menikah, biaya kontrakan rumah di Jakarta setiap tahun berkisar Rp 25 juta sampai Rp 35 juta. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :